13. Orang bodoh mendapat pengetahuan dan kemasyuran yang menuju kepada kehancuran. Pengetahuan dan kemasyuran itu akan menghancurkan semua perbuatan baiknya dan akan membelah kepalanya sendiri.
Selama buah karma buruk belum matang, orang bodoh menganggapnya semanis madu; tetapi ketika karma buruk itu telah matang, mereka pasti akan merasakan penderitaan yang pahit.
Catatan Mendalam
Ketika akibat dari perbuatan buruk belum muncul, orang bodoh sering mengira bahwa hukum sebab-akibat tidak bekerja. Padahal, buah karma bekerja melintasi tiga waktu: masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Seorang pelaku kejahatan mungkin merasa aman untuk sementara waktu dan menganggap perbuatannya 'semanis madu,' tetapi itu hanya karena karmanya belum matang. Hukum karma tidak pernah meleset dan mengikuti kita seperti bayangan mengikuti badannya. Ketika kondisi pendukungnya telah berkumpul, benih karma buruk yang telah matang pasti akan jatuh dan membawa penderitaan yang teramat sangat. Memahami hal ini membuat kita tidak lengah dan terus memupuk karma baik.
Ayat ini menjelaskan bahwa orang bodoh, meskipun memiliki pengetahuan atau kemasyhuran, seringkali menggunakannya dengan cara yang merugikan diri sendiri. Mereka mungkin merasa aman atau senang untuk sementara waktu, menganggap perbuatan buruk mereka "semanis madu" karena buah karma buruk belum matang.
Namun, hukum karma bekerja melintasi waktu. Ketika kondisi pendukung telah berkumpul, benih karma buruk yang telah matang pasti akan membawa penderitaan yang pahit. Pengetahuan dan kemasyhuran yang diperoleh dengan cara yang salah atau digunakan untuk tujuan yang tidak benar pada akhirnya akan menghancurkan perbuatan baik mereka dan membawa kehancuran bagi diri mereka sendiri.
Bagaimana Anda melihat hubungan antara tindakan dan konsekuensinya dalam kehidupan sehari-hari?
🌿
Asisten Zen AI
Aktif
Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 69. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?
⭐
Simpan Ayat Favorit
Untuk menyimpan dan meninjau ayat-ayat Dhammapada favorit Anda kapan saja, silakan masuk ke WebApp atau aplikasi TU.