31. Seseorang yang tanpa noda, bersih, tenang danjemih batinnya seperti bulan pumama, maka ia Kusebut seorang Brahmana.
Ia yang tanpa rasa dendam menahan caci-maki, pukulan dan hukuman; yang kekuatannya, kekuatan sejatinya, adalah kesabaran – dia Ku-sebut sebagai brahmana sejati.

Catatan Mendalam

Ayat Dhammapada ini diajarkan Buddha di Vihara Hutan Bambu, berkaitan dengan Akkosa Bharadvaja. Menurut kisah, ada seorang wanita Brahmin perumahan yang telah mencapai pintu arus (Sotapanna), namun ia memiliki kebiasaan mengucapkan nama Buddha dengan keras saat terjadi hal buruk. Suaminya setiap kali mendengar ucapannya menjadi marah dan memarahinya karena membual tentang petapa botak itu. Untuk melampiaskan amarah, ia menyatakan akan menantang Buddha berdebat. Istrinya menantangnya untuk mencoba. Maka ia menemui Buddha dan mulai mengajukan pertanyaan tajam, mengira Buddha tak bisa menjawab. Namun ia keliru. Tak ada pertanyaan yang tak bisa dijawab Buddha dengan jelas. Sejak itu ia sangat terinspirasi, berlindung dan ditahbiskan, segera mencapai Arahant. Kemudian adik laki-lakinya berikutnya, mendengar penahbisan kakaknya, datang mencaci Buddha dan juga ditahbiskan. Demikian pula dua adik bungsu. Maka empat bersaudara yang awalnya dengan marah mencaci Buddha semuanya ditransformasi, ditahbiskan, dan akhirnya mencapai Arahant. Para bhikkhu membahas kesabaran luhur Buddha. Mengetahuinya, Buddha berkata kepada mereka: 'Para bhikkhu, karena Aku memiliki kekuatan cinta kasih dan kesabaran, karena Aku tidak berbuat salah di dunia yang penuh kesalahan ini, maka Aku adalah tempat berlindung sejati bagi makhluk.' (Akhir ringkasan cerita). Mereka yang berlatih tanpa kesabaran sulit berhasil. Dari zaman kuno hingga kini, catatan menunjukkan tak ada orang mulia yang mencapai sukses tanpa melalui cobaan. Kesabaran harus muncul dari hati penuh kasih yang mencintai semua makhluk. Untuk mengubah dan menyelamatkan dunia, bodhisattva harus melengkapi diri dengan ketahanan penuh. Di jalan kehidupan maupun jalan spiritual, untuk mencapai hasil baik seperti yang kita harapkan, kita perlu belajar kesabaran para mulia dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hanya dengan itu kita mendapat manfaat besar. Kisah di atas adalah contoh konkret. Buddha dicaci dengan keras oleh empat bersaudara Brahmin dengan kata-kata kasar, namun ia tetap tenang. Mengapa? Pertama, karena Buddha tak lagi memiliki kekotoran batin. Untuk mencapainya, kita harus berusaha memberantas kekotoran batin. Kedua, karena belas kasih Buddha meluas ke semua makhluk. Mereka yang masih dalam kegelapan mendapat perhatian lebih besar darinya. Maka Buddha berkata kepada para bhikkhu: 'Karena Aku memiliki kekuatan cinta kasih dan kesabaran.' Hanya dengan kesabaran penuh kasih seperti itu seseorang dapat mengasihani dan membantu makhluk lepas dari penderitaan. Bodhisattva Avalokitesvara memiliki mata 'memandang makhluk dengan penuh kasih.' Hanya dengan mata itu ia dapat menghibur dan mengurangi tangisan pilu makhluk. Kini, seluruh umat manusia sangat membutuhkan mata yang jernih, sabar, dan penuh kasih tersebut. Singkatnya, praktisi memerlukan: 'kesabaran fisik, kesabaran verbal, dan kesabaran mental.' Kesabaran fisik berarti menahan cuaca ekstrem, bencana alam, kelaparan, penyakit, bahkan ditindas, dicaci, dipukul, diserang – semua harus sabar ditahan. Kesabaran verbal berarti menjaga ucapan. Saat menghadapi kesulitan, bahkan saat tubuh tersiksa, seseorang tak boleh mengucapkan kata-kata kasar, pahit, jahat untuk mencaci orang atau benda. Kesabaran mental adalah yang terpenting. Seseorang mungkin tahan secara fisik dan verbal namun di dalam hati menyimpan dendam, memupuk kebencian – ini sangat berbahaya. Ditahan lama, menjadi 'bisul batin' yang besar. Saat meledak, konsekuensinya tak terukur! Karena itu, praktisi bijaksana menjadikan kesabaran sebagai akar, dengan penuh kasih dan sukacita melepaskan segalanya. Hanya dengan demikian latihan kita dapat berbuah baik.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 399. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?