4. Seseorang yang tekun bersamadi, bebas dan noda, tenang, telah mengerjakan apa yang hams dikerjakan, bebas dan kekotoran batin dan telah mencapai tujuan akhir (Nibbana), maka ia Kusebut seorang Brahmana.
Pengendalian indria, kepuasan, pengendalian sesuai dengan aturan disiplin monastik – ini membentuk dasar kehidupan suci di sini bagi para bhikkhu yang bijaksana.

Catatan Mendalam

Ayat ini adalah bagian dari seri ajaran Buddha di Jetavana mengenai sekelompok besar bhikkhu, terutama kisah Sona Kutikanna dan ibunya. Sona, seorang pemuda Buddhis, ditahbiskan setelah tiga kali permintaan dan kemudian pergi menemui Buddha. Saat Sona tinggal di dekat Buddha, ibunya mendengarkan ajaran Dhamma dengan penuh hormat. Ketika bandit masuk ke rumahnya dan menjarah hartanya, ia tetap tenang dan terus mendengarkan, bahkan memarahi pelayannya karena mengganggu. Pemimpin bandit sangat terkesan dengan ketidakmelekatan ibunya sehingga ia memerintahkan semuanya dikembalikan, dan seluruh geng kemudian ditahbiskan di bawah Yang Mulia Sona. Buddha kemudian mengajarkan ayat-ayat ini. Untuk ayat 375, Buddha menekankan empat praktik penting bagi bhikkhu bijaksana: 1) Hidup dengan kebijaksanaan (mengembangkan pembelajaran, refleksi, dan praktik). 2) Menjaga indria (mengendalikan enam indria). 3) Kepuasan (mengetahui kecukupan). 4) Menjunjung aturan monastik. Ini membentuk fondasi kehidupan suci yang menuju pada kebebasan.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 375. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?