3. Seseorang yang tidak lagi memiliki pantai sini (enam landasan indera dalam) atau pantai sana (enam obyek indera luar), ataupun kedua-duanya, tidak lagi bersedih dan tanpa ikatan, maka Ia kusebut seorang Brahmana.
Setiap kali ia melihat dengan pandangan terang muncul dan lenyapnya agregat-agregat, ia penuh dengan sukacita dan kebahagiaan. Bagi yang bijaksana, ini mencerminkan Yang Tanpa Kematian.

Catatan Mendalam

Ayat ini adalah bagian dari seri ajaran Buddha di Jetavana mengenai sekelompok besar bhikkhu, terutama kisah Sona Kutikanna dan ibunya. Ketika Sona pergi, ibunya menunjukkan ketidakmelekatan yang mendalam ketika bandit menjarah rumahnya—ia tetap tenang, terus mendengarkan Dhamma, dan bahkan memarahi pelayannya yang mengganggu. Pemimpin bandit terkesan, mengembalikan semua barang, dan kemudian ditahbiskan. Buddha kemudian mengajarkan bahwa seorang praktisi yang merenungkan muncul dan lenyapnya lima agregat (bentuk, perasaan, persepsi, bentukan, kesadaran) dengan pandangan terang akan mengalami sukacita dan kebahagiaan, menyadari Yang Tanpa Kematian (Nibbana).

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 374. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?