7. Dahulu pikiran ini mengembara, pcrgi kepada obyek— obyek yang disukai, diingini dan ke mana yang dikehendaki. Sekarang aku akan mengendalikannya dengan penuh perhatian, seperti seorang penjinak gajah mengendalikan gajah dengan kaitan besi.
Takut pada hal yang tidak menakutkan dan tidak takut pada hal yang seharusnya, sambil memelihara pandangan benar, membuat seseorang terhindar dari kelahiran buruk dan menuju kebahagiaan.

Catatan Mendalam

Dua bait ini diajarkan oleh Buddha di Biara Jetavana dan berkaitan dengan para pertapa dari tradisi Jain dan non-Buddha lainnya. Suatu hari, para bhikkhu melihat para pertapa Nigantha dan berkomentar: para Nigantha lebih mudah dilihat dibandingkan pertapa Acelaka yang telanjang sepenuhnya; para Nigantha menutupi tubuh dengan kain, sehingga tidak terlalu memalukan. Para Nigantha menjelaskan bahwa mereka menutupi bukan karena malu, tetapi karena debu mengandung makhluk hidup, dan mereka ingin menghindari menyakiti makhluk itu. Beberapa bhikkhu setuju, sebagian lain tidak, dan terus berdebat. Akhirnya mereka melaporkan kepada Buddha. Buddha berkata: siapa pun yang merasa malu tanpa alasan dan tidak merasa malu saat seharusnya, akan menderita. Rasa malu adalah kualitas mulia manusia; tanpa itu, manusia tidak berbeda dengan binatang. Saat melakukan perbuatan tidak baik atau mengucapkan kata yang menyakiti, seseorang merasakan malu. Beberapa meminta maaf secara langsung, beberapa secara diam-diam menyesali, keduanya menunjukkan harga diri dan moral. Nilai manusia berasal dari etika, bukan status atau kekayaan. Orang berkuasa atau kaya tetapi kasar dan tidak bermoral tidak dihormati. Mereka yang kurang etika dianggap rendah, pantas dicela. Bait 316 menjelaskan beberapa merasa malu pada hal yang tidak memalukan, menyembunyikan yang memalukan. Orang yang tidak menyadari kesalahan memegang pandangan salah dan menciptakan karma jahat. Sebaliknya, orang dengan pandangan benar bertindak etis dan meraih kebahagiaan. Bait 317 mengatakan: takut pada yang tidak perlu ditakuti, dan tidak takut pada yang seharusnya. Ketakutan yang tidak perlu muncul dari pikiran yang salah, menghasilkan kecemasan tentang kemiskinan, penyakit, kematian, dan yang tidak diketahui. Bahaya sejati adalah menciptakan karma tidak baik, memperpanjang siklus kelahiran dan penderitaan. Untuk mengatasi ketakutan dan kematian, perlu berbuat baik, bermurah hati, beretika, bermeditasi, berkesadaran, dan melakukan tindakan yang bermanfaat bagi diri dan orang lain, menyiapkan jalan jelas menuju kebahagiaan dan kemajuan spiritual.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 317. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?