4. Tidak dengan mengendarai tunggangan seperti itu seseorang dapat pergi ke tempat yang belum pemah didatangi (Nibbana). Namun orang yang telah dapat melatih. menaklukkan dan mengendalikan dirinya sendiri dapat pergi ke tempat yang belum pemah didatangi itu.
Lebih baik tidak berbuat jahat, karena perbuatan buruk pasti menimbulkan penderitaan. Lebih baik berbuat baik, karena perbuatan baik pasti membawa kebahagiaan dan sukacita.

Catatan Mendalam

Syair ini diajarkan oleh Buddha di Wihara Jetavana berkaitan dengan seorang istri yang cemburu. Menurut cerita, seorang suami berselingkuh dengan pembantu wanita. Istrinya mengetahuinya, lalu mengikat pembantu itu, memotong telinga dan hidungnya, dan mengurungnya di kamar. Untuk menutupi kejahatannya, istri itu mengajak suaminya mendengarkan Dharma bersama. Mereka datang ke wihara dan duduk di tengah pertemuan. Saat itu, beberapa kerabat istri datang berkunjung. Mereka membuka pintu, menyaksikan kekejaman di rumah, dan membebaskan pembantu tersebut. Pembantu itu kemudian pergi ke wihara dan melaporkan semua kejadian kepada Buddha dan Sangha. Mendengar cerita ini, Buddha mengajarkan: “Jangan pernah berbuat jahat, meski merasa tak ada yang tahu. Perbuatan baik harus tetap dilakukan walau tak dilihat orang lain. Perbuatan jahat, meski disembunyikan, akan menimbulkan penyesalan. Perbuatan baik akan membawa kebahagiaan.” Setelah itu, Buddha mengucapkan syair ini. Di akhir ajaran, pasangan itu mencapai tahap Stream-entry. Mereka membebaskan pembantu dan membimbingnya ke jalan Dharma. Teks klasik mengatakan: “Orang berbuat baik akan menerima pahala; orang berbuat jahat akan menerima bencana.” Di sini, “langit” bukan merujuk pada dewa yang memberi balasan, melainkan hukum alam sebab akibat, mirip dengan hukum karma Buddha. Mereka yang berbuat baik, berbelas kasih, dan altruistik akan menerima berkat besar. Sebaliknya, mereka yang menyakiti orang lain atau makhluk lain akan menghadapi penderitaan. Waktu terjadinya hasil bisa berbeda, namun akibat perbuatan pasti ada. Buddha selalu menasihati agar menghindari karma negatif, karena membawa penderitaan. Sebaliknya, perbuatan baik membawa pahala dan kebahagiaan. Membantu orang lain, memberikan senyum, atau merawat hewan mendatangkan kebahagiaan sejati. Menyakiti orang lain menimbulkan kegelisahan dan penyesalan, seperti jatuh ke neraka. Maka, untuk kehidupan yang bahagia dan bermakna, Buddha menyarankan melakukan banyak perbuatan baik. Cerita ini juga mengajarkan bahaya cemburu yang tak terkendali dalam keluarga. Cemburu yang ekstrem bisa memicu kekejaman dan konsekuensi tak terduga, seperti tindakan istri terhadap pembantu. Menjaga disiplin moral, terutama menjauhi perilaku seksual salah, penting untuk keharmonisan dan kebahagiaan keluarga.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 314. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?