10. Para siswa Gotama telah bangun dengan baik dan selalu sadar, sepanjang siang dan malam mereka selalu merenungkan sifat-sifat badanjasmani dengan penuh kesadaran.
Jika dengan melepaskan kesenangan kecil seseorang bisa memperoleh kesenangan yang lebih besar, orang bijak meninggalkan yang kecil demi meraih kegembiraan tertinggi.

Catatan Mendalam

Bait ini diajarkan oleh Buddha di biara Truc Lam dan berkaitan dengan tindakan-Nya di masa lampau. Menurut kisah, dahulu kota Vesali adalah kota yang makmur dan kuat, diperintah oleh raja-raja berturut-turut. Akhirnya, pasokan pangan habis, rakyat kelaparan, dan tiga bencana melanda kota: kelaparan, roh jahat, dan penyakit. Rakyat memohon raja untuk segera menanggulangi bencana tersebut. Raja, yang tidak bersalah, meminta saran. Banyak yang menyarankan persembahan kepada dewa, tetapi hanya saran untuk mengundang Buddha melakukan upacara yang disetujui. Utusan pergi ke Rajagaha untuk memohon kehadiran Buddha. Buddha menerima, mengetahui bencana akan berkurang. Raja Bimbisara menyiapkan perpisahan megah, mengatur bunga, dupa, dan bendera sepanjang jalan dari Rajagaha ke Vesali, sekitar tiga mil. Setiap perhentian, persembahan dan bunga disajikan untuk menghormati Buddha. Rakyat Vesali memutuskan menyambut Buddha dengan kemegahan dua kali lipat. Saat menyeberangi Sungai Gangga, Buddha tiba di Vesali dan badai besar muncul, membersihkan sungai dari mayat dan polusi. Setelah tiga hari, Buddha mencapai Vesali, disertai Indra dan para dewa. Ia membaca Sutra Diamond, menginstruksikan Ananda mengulang, menyiram air suci yang menakuti roh jahat. Yang sakit perlahan sembuh. Sutra Diamond dibacakan lagi, menghilangkan semua bencana. Para pangeran Licchavi dan rakyat sepenuhnya menghormati Buddha dan sangha, mengantarnya ke tepi sungai. Naga menyambut Buddha ke istana naga, di mana Buddha mengajar sepanjang malam. Setelah mendedikasikan pahala kepada raja naga, Buddha kembali ke Rajagaha bersama sangha, diiringi Raja Bimbisara. Ketika para biksu bertanya mengapa raja, pangeran, dan rakyat memberikan persembahan, Buddha menjelaskan bahwa di kehidupan lampau, Ia adalah Brahmana bernama Samkha Cha dari Susima. Ia melakukan perbuatan baik: membersihkan rerumputan di sekitar stupa Buddha tunggal, menabur pasir, mempersembahkan bunga, dan menyiram air. Pahala tersebut menghasilkan penghormatan dan persembahan di kehidupan ini. Buddha mengajarkan bait ini, menekankan bahwa manusia memiliki keinginan bawaan untuk kesenangan. Orang mengejar berbagai kesenangan sesuai usia, jenis kelamin, dan minat. Beberapa kesenangan sehat, beberapa merusak. Lima kesenangan inderawi sangat menggoda, namun semua kesenangan duniawi bersifat sementara, menimbulkan penderitaan berikutnya. Contoh sehari-hari termasuk mabuk, berjudi, perilaku seksual salah, dan kemerosotan. Tidak ada kesenangan duniawi yang memuaskan abadi; hanya memberikan kelegaan sesaat sebelum keinginan muncul kembali. Buddha menasihati orang bijak untuk meninggalkan kesenangan kecil demi kebahagiaan yang lebih besar. Kebahagiaan sejati adalah pembebasan, Nirvana. Hanya kegembiraan ini yang autentik. Meskipun Buddha meninggalkan kesenangan duniawi, termasuk singgasana, istana, istri, anak, makanan lezat, dan kesenangan intim, Ia memperoleh kegembiraan tertinggi, mendapatkan kekaguman umat manusia. Praktisi dianjurkan mengejar kegembiraan sejati melalui perbuatan baik: memberi, berpuasa, menjaga moral, membaca sutra, mengingat Buddha, membantu yang miskin. Dengan berbuat baik dan menjauhi kejahatan, seseorang memperoleh kegembiraan yang menenangkan dan membebaskan. Cerita ini menunjukkan bahwa perbuatan baik kecil, seperti membersihkan stupa dan memberikan bunga, menghasilkan pahala besar. Bencana tetap menjadi tantangan besar bagi umat manusia, sering diperburuk oleh tindakan manusia yang mencemari lingkungan, menyebabkan penderitaan dan kematian. Tanpa kesadaran dan tindakan melindungi lingkungan, kelangsungan hidup manusia terancam. Kisah ini mengajarkan bahwa bahkan perbuatan baik kecil memberikan manfaat dan kegembiraan besar di kemudian hari.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 290. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?