3. Seseorang tidak dapat dikatakan bijaksana hanya karena ia banyak bicara. Tetapi, orang yang damai, tanpa rasa benci dan tanpa rasa takut dapat disebut orang bijaksana.
Tetapi bagi mereka yang telah menghancurkan, mencabut, dan melenyapkan perasaan tersebut (ketidakpuasan/iri hati) sepenuhnya, mereka akan mencapai ketenangan batin (samadhi), baik di siang hari maupun di malam hari.
Catatan Mendalam
Melanjutkan bait sebelumnya, Buddha menekankan kebalikan dari rasa iri: pembebasan pikiran dari kecemburuan dan ketidakpuasan. Sementara orang yang iri tetap gelisah oleh keberhasilan dan persembahan yang diterima orang lain, praktisi yang telah 'mencabut' noda batin ini menemukan kedamaian yang mendalam. Ketika duri-duri iri hati, ego, dan perbandingan diri telah dicabut sepenuhnya, pikiran secara alami menjadi reseptif terhadap konsentrasi batin (samadhi). Kondisi ketenangan ini tidak terbatas pada waktu tertentu, melainkan tetap stabil baik di siang maupun malam hari. Ajaran Buddha di sini merupakan penawar bagi kecenderungan manusia untuk mengukur harga diri berdasarkan pencapaian orang lain; dengan menghancurkan akar kecemburuan, praktisi memupuk 'kegembiraan simpatik' (mudita) yang membiarkan pikiran beristirahat dalam kesunyian, tidak terganggu oleh fluktuasi perolehan atau kehilangan di luar.
Ayat ini mengajarkan bahwa kebijaksanaan sejati tidak diukur dari banyaknya perkataan, melainkan dari kedamaian batin. Seseorang yang telah membasmi akar-akar ketidakpuasan dan iri hati akan mencapai ketenangan mendalam, baik siang maupun malam. Ini berarti pikiran tidak lagi terganggu oleh perbandingan diri atau keberhasilan orang lain. Dengan mencabut duri-duri iri hati dan ego, batin menjadi reseptif terhadap konsentrasi (samadhi) dan menemukan kedamaian yang stabil.
Bagaimana Anda melihat hubungan antara kedamaian batin dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari?
🌿
Asisten Zen AI
Aktif
Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 250. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?
⭐
Simpan Ayat Favorit
Untuk menyimpan dan meninjau ayat-ayat Dhammapada favorit Anda kapan saja, silakan masuk ke WebApp atau aplikasi TU.