4. Seseorang bukan “pendukung dhamma” hanyakarena ia banyak bicara. Namun seseorang yang walaupun belajar sedikit tetapi batinnya melihat Dhamma dan tidak melalaikannya, maka sesungguhnyalah ia seorang pendukung Dhamma.
Tidak ada api seperti nafsu; tidak ada cengkeraman seperti kebencian; tidak ada jaring seperti delusi; tidak ada sungai seperti nafsu keinginan.

Catatan Mendalam

Buddha membabarkan bait ini di Vihara Jetavana mengenai lima pengikut awam yang menghadiri khotbah-Nya. Meskipun Buddha mengajar dengan adil, hanya satu orang yang memperhatikan; yang lain teralihkan oleh kebiasaan masa lalu mereka—tidur, bermain dengan tanah, menatap langit, atau memegang dahan. Buddha menjelaskan bahwa perilaku ini adalah jejak dari kehidupan lampau mereka. Hanya pendengar yang telah berlatih sebagai Brahmana selama lima ratus kehidupan yang mampu memahami ajaran-Nya sepenuhnya. Buddha menggunakan kesempatan ini untuk mengilustrasikan rintangan berat dari 'Tham, San, Si' (Keserakahan, Kebencian, dan Delusi). Beliau memperingatkan bahwa nafsu bertindak sebagai api yang melahap, kebencian sebagai cengkeraman yang membelenggu, delusi sebagai jaring yang mengikat, dan nafsu keinginan sebagai sungai yang menghanyutkan. Ajaran ini adalah pengingat abadi bahwa kebiasaan batin yang mendalam mengaburkan kebenaran dan menghalangi pikiran untuk menerima kebijaksanaan spiritual, menekankan perlunya memurnikan hati untuk mencapai kedamaian sejati.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 251. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?