1. Sungguh bahagia jika kita hidup tanpa membenci di antara orang-orang yang membenci; di antara orang- yang membenci kita hidup tanpa membenci.
Didorong oleh rasa takut, manusia mencari perlindungan di berbagai tempat—bukit, hutan, semak, pohon, dan tempat pemujaan. Itu bukanlah perlindungan yang aman, bukan perlindungan tertinggi. Dengan mencari perlindungan seperti itu, seseorang tidak terbebas dari penderitaan. Namun, barangsiapa berlindung kepada Buddha, Dharma, dan Sangha, dengan kebijaksanaan transendental ia menembus Empat Kesunyataan Mulia—penderitaan, sebab penderitaan, lenyapnya penderitaan, dan Jalan Mulia Berunsur Delapan yang menuju pada lenyapnya penderitaan. Inilah perlindungan yang aman, inilah perlindungan tertinggi. Dengan menempuh perlindungan ini, seseorang terbebas dari segala penderitaan.

Catatan Mendalam

Ayat ini diajarkan di Biara Jetavana mengenai Brahmana Aggidatta. Aggidatta, seorang mantan imam kerajaan, memimpin banyak pengikut untuk memuja gunung, hutan, dan pohon sebagai tempat perlindungan tertinggi. Sang Buddha, melalui intervensi ajaib dari Maudgalyayana, menunjukkan bahwa roh-roh eksternal tersebut bukanlah perlindungan sejati. Sang Buddha menjelaskan bahwa hanya Tiga Permata (Buddha, Dharma, dan Sangha) yang menyediakan jalan menuju kebebasan. Beliau menekankan bahwa Tiga Permata bertindak sebagai panduan, namun setiap individu harus mempraktikkan Empat Kesunyataan Mulia dan Jalan Mulia Berunsur Delapan untuk mencapai pembebasan, karena ketergantungan eksternal tanpa praktik pribadi tidak akan membuahkan hasil.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 189. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?