18. Ia yang menghormati orang-orang suci yang telah menemukan kedamaian dan telah bebas dari ketakutan; maka jasa perbuatannya tak dapat diukur dengan ukuran apapun. I 85 I
Digerakkan oleh rasa takut, orang mencari perlindungan pada banyak tempat—gunung, hutan, pepohonan, dan kuil. Namun, itu bukanlah perlindungan yang aman atau utama. Dengan mencari perlindungan demikian, seseorang tidak akan bebas dari penderitaan. Sebaliknya, ia yang berlindung pada Buddha, Dharma, dan Sangha, serta memahami Empat Kebenaran Mulia—penderitaan, asal mula penderitaan, lenyapnya penderitaan, dan Jalan Mulia Berunsur Delapan—itulah perlindungan yang aman dan utama. Dengan berlindung demikian, seseorang terbebas dari segala penderitaan.

Catatan Mendalam

Bait ini diajarkan di Biara Jetavana terkait Aggidatta, seorang pendeta Brahmana. Sebelumnya, ia mengajarkan pengikutnya untuk mencari perlindungan pada fenomena alam seperti gunung, hutan, dan pohon, mengira hal itu akan menjauhkan mereka dari penderitaan. Buddha mengoreksi pandangan ini, menjelaskan bahwa perlindungan eksternal bersifat tidak kekal. Perlindungan sejati hanyalah pada Tiga Permata: Buddha, Dharma, dan Sangha. Catatan ini menekankan bahwa perlindungan eksternal hanyalah kondisi pendukung; pembebasan sejati memerlukan realisasi 'Tiga Permata di dalam diri' dan penerapan Empat Kebenaran Mulia serta Jalan Mulia Berunsur Delapan. Bergantung pada hal eksternal tanpa pemahaman adalah takhayul. Praktik yang benar melibatkan kemandirian melalui kebijaksanaan dan perilaku etis, karena hanya diri sendiri yang dapat mengakhiri penderitaan batin.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 188. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?