16. Kelahiran Para Buddha merupakan sebab kebahagiaan. Pembabaran Ajaran Benar merupakan sebab kebahagiaan. Persatuan Sangha merupakan sebab kebahagiaan. Dan usaha perjuangan mereka yang telah bersatu merupakan sebab kebahagiaan. • '
Andai pun hujan emas turun, hal itu tidak akan memuaskan nafsu keinginan. Orang bijak memahami bahwa kesenangan indrawi membawa sedikit kepuasan namun banyak penderitaan. Oleh karena itu, janganlah mendambakan kesenangan surgawi sekalipun. Murid sang Buddha hanya mendambakan terhapusnya nafsu keinginan.

Catatan Mendalam

Bait ini disampaikan di Biara Jetavana terkait seorang biksu yang merasa tidak puas dengan kehidupan monastik. Setelah ayahnya wafat dan mewariskan sedikit uang, biksu tersebut berniat meninggalkan jubahnya, mengira kekayaan kecil itu dapat menjamin kebahagiaan. Buddha menggunakan kisah ini untuk menunjukkan betapa serakahnya keinginan manusia yang tidak pernah terpuaskan. Bahkan penguasa agung di masa lalu pun tidak menemukan kepuasan sejati dalam kekayaan mereka. Kisah ini menegaskan betapa bahayanya keterikatan pada materi. Baik biarawan maupun awam, tugas utamanya adalah mengikis keserakahan, kebencian, dan delusi. Jika uang sedikit saja bisa mengguncang tekad seorang biksu, apalagi godaan dunia modern yang lebih besar? Kebahagiaan sejati tidak ditemukan dalam memenuhi keinginan duniawi—terbukti dari banyaknya raja, termasuk Buddha sendiri, yang melepas takhta demi pencerahan—melainkan dalam transformasi batin dan berakhirnya nafsu keinginan.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 186. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?