15. Sukar untuk berjumpa dengan manusia yang mempunyai kebijaksanaan Agung. Orang seperti itu tidak akan dilahirkan di sembarangan tempat. Tetapi di mana pun orang seperti itu dilahirkan, maka keluarganya akan hidup bahagia. •
Tidak mencela, tidak menyakiti, menaati aturan disiplin, makan secukupnya, hidup dalam kesunyian, dan tekun dalam meditasi – inilah ajaran para Buddha.

Catatan Mendalam

Untuk memahami bait ini lebih dalam, kita dapat membaginya menjadi dua bagian. Pertama: 'Tidak mencela, tidak menyakiti, menaati aturan disiplin diri.' Mencela dan menyerang adalah bentuk ucapan buruk yang dihindari oleh praktisi bijak karena merugikan diri sendiri. Jangan meremehkan mereka yang disiplin, baik biarawan maupun awam. Kedua: 'Makan secukupnya, hidup dalam kesunyian, tekun dalam meditasi.' Moderasi dalam makan penting bagi kesehatan dan kelancaran praktik meditasi. Makan dengan penuh kesadaran—bukan terburu-buru—adalah bentuk latihan diri. Praktisi juga mencari ketenangan untuk bermeditasi, memupuk batin dengan 'sukacita Dharma' dan 'sukacita meditasi'. Nutrisi batin ini penting untuk keseimbangan tubuh dan jiwa, yang menuntun pada kebahagiaan sejati.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 185. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?