10. Orang yang melanggar salah satu Dhamma (sila keempat, yakni selalu berkata bohong), yang tidak memperdulikan dunia mendatang, maka tak ada kejahatan yang tidak dilakukannya. •
Datang dan lihatlah dunia ini, yang bagaikan kereta kerajaan yang berhias indah. Orang bodoh terperosok di dalamnya, namun orang bijak tidak memiliki keterikatan terhadapnya.

Catatan Mendalam

Sang Buddha membabarkan syair ini di Wihara Veluvana terkait Pangeran Abhaya. Setelah meraih kemenangan dalam tugasnya, sang Pangeran terpesona oleh seorang penari cantik di istana. Namun, ketika penari itu tiba-tiba jatuh sakit dan meninggal, Pangeran diliputi kesedihan yang mendalam. Sang Buddha menghiburnya dengan menjelaskan tentang siklus kelahiran kembali (samsara), bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya dan bahwa mereka telah berulang kali berpisah dalam kehidupan-kehidupan lampau. Sang Buddha mengajarkan bahwa hanya orang bodoh yang tenggelam dalam keserakahan dan kemelekatan duniawi. Sebaliknya, orang bijak memandang dunia, betapapun megah dan indahnya, sebagai sesuatu yang semu dan tidak kekal. Dengan menyadari hakekat dunia yang hanya seperti ilusi, orang bijak tidak lagi melekat, sehingga mereka dapat hidup dengan bebas dan damai tanpa terbelenggu oleh keinginan duniawi.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 171. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?