9. Kawanan angsa terbang menuju matahari, orang-orang yang memiliki kekuatan gaib terbang di udara. Orang bijaksana berjalan menuju kesucian setelah menaklukkan Mara beserta bala tentaranya.
Pandanglah dunia ini seperti buih air dan fatamorgana. Siapa pun yang melihat dunia dengan cara ini, tidak akan tertangkap oleh Raja Kematian.

Catatan Mendalam

Kisah ini terjadi ketika Sang Buddha berada di Biara Jetavana, bersama lima ratus bhikkhu yang berjuang dalam meditasi mereka. Para bhikkhu tersebut tidak mampu mengembangkan pandangan terang hingga mereka melihat fatamorgana di jalan dan gelembung air yang pecah di tengah hujan. Mereka merenungkan bahwa 'diri' ini sama fana dan rapuhnya dengan gelembung air. Sang Buddha kemudian muncul secara gaib dan membabarkan syair ini, yang membawa mereka mencapai tingkat kesucian Arahat. Peristiwa ini mengajarkan bahwa segala sesuatu di dunia ini dapat menjadi objek meditasi jika dipandang dengan bijak. Hidup manusia sering kali dianggap cepat berlalu seperti gelembung air. Namun, meditasi yang mendalam menunjukkan bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan hanyalah perubahan bentuk sesuai dengan kondisi (karmic). Memahami hakikat ini menghilangkan ketakutan terhadap kematian. Dengan hidup penuh kebajikan dan kebijaksanaan, seseorang tidak lagi akan dikuasai oleh rasa takut akan ajal.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 170. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?