11. Para bhikkhu. tebanglah hutan nafsu, karena dan nafsu timbul ketakutan. Setelah menebang hutan dan belukar nafsu. jadilah orang yang tidak lagi memiliki nafsu.
Sama seperti penggembala sapi yang menggiring ternaknya ke padang rumput dengan tongkat, begitu pula usia tua dan kematian menggiring kekuatan hidup makhluk-makhluk.

Catatan Mendalam

Syair ini diajarkan di vihara Pubbarama mengenai Visakha dan para pengikutnya, yang sedang menjalankan sila Uposatha untuk berbagai keinginan duniawi. Sang Buddha mengingatkan mereka bahwa semua makhluk tunduk pada siklus kelahiran, penuaan, penyakit, dan kematian yang tidak dapat dihindari, layaknya ternak yang digiring oleh seorang penggembala. Dalam khotbah lain, Sang Buddha membandingkan empat hal yang tidak dapat dihindari ini dengan empat gunung besar yang menghancurkan segala sesuatu di jalurnya, sebuah analogi yang Beliau gunakan untuk merendahkan hati Raja Pasenadi. Kehidupan manusia itu rapuh dan cepat berlalu seperti tetesan embun, dan tubuh kita hanyalah wadah sementara yang terdiri dari empat unsur (tanah, air, api, angin). Menyadari ketidakkekalan ini, kita tidak boleh menyia-nyiakan hidup kita yang singkat untuk konflik duniawi yang sepele, melainkan fokus pada latihan spiritual yang tekun untuk mempersiapkan diri menghadapi akhir yang tak terelakkan.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 135. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?