10. Sesungguhnya dari samadhi akan timbul kebijaksanaan; tanpa samadi kebijaksanaan akan pudar. Setelah mengetahui keduajalan bagi perkembangan dan kemerosotan batin, hendaklah orang melatih diri sehingga kebijaksanaannya berkembangi
Jika, seperti gong yang pecah, engkau mendiamkan dirimu sendiri, engkau telah mendekati Nibbana, karena dendam tidak ada lagi di dalam dirimu.
Catatan Mendalam
Melanjutkan pelajaran mengenai bhikkhu Kundadhana, Sang Buddha menekankan kebajikan kesabaran dan tidak reaktif. Dalam hidup, akan selalu ada orang yang memfitnah atau menyakiti kita karena kecemburuan atau kekuasaan. Membalas dendam hanya akan memicu siklus penderitaan dan kemarahan yang tidak pernah berakhir. Konflik sering kali muncul dari sudut pandang yang sempit dan subyektif, sama seperti perumpamaan orang buta dan gajah, atau kisah Zen tentang dua biksu yang berdebat apakah bendera atau angin yang bergerak, padahal sebenarnya pikiran merekalah yang bergerak. Sang Buddha menasihati kita untuk menjadi seperti gong yang pecah—tetap diam dan tidak terprovokasi oleh hinaan. Dengan melakukan itu, kita memadamkan api konflik dan mengalami kedamaian Nibbana pada saat ini.
Ayat ini mengajarkan bahwa kebijaksanaan muncul dari samadhi (konsentrasi atau meditasi yang mendalam), dan tanpa samadhi, kebijaksanaan akan memudar. Ini berarti praktik meditasi sangat penting untuk mengembangkan pemahaman yang benar tentang kehidupan.
Ketika kita mencapai keadaan seperti "gong yang pecah"—diam dan tidak bereaksi terhadap provokasi—kita mendekati Nibbana. Ini karena dendam dan kemarahan tidak lagi menguasai batin kita. Dengan tidak membalas dendam atau terprovokasi oleh hinaan, kita memadamkan siklus penderitaan dan menemukan kedamaian sejati.
Bagaimana Anda merasakan hubungan antara samadhi dan kebijaksanaan dalam praktik Anda?
🌿
Asisten Zen AI
Aktif
Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 134. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?
⭐
Simpan Ayat Favorit
Untuk menyimpan dan meninjau ayat-ayat Dhammapada favorit Anda kapan saja, silakan masuk ke WebApp atau aplikasi TU.