9. Hendaklah ia menjagaucapandanmengendalikanpikiran dengan baik serta tidak melakukan perbuatan jahat melalui jasmani. I-Iendaklah ia memumikan tiga saluran perbuatan • ini, memcnangkan Jalan yang telah dibabarkan oleh Para Suci. ♦
Janganlah berbicara kasar kepada siapa pun, karena mereka yang kau bicarakan mungkin akan membalas. Sungguh, ucapan penuh amarah itu menyakitkan, dan pembalasan akan menimpamu.

Catatan Mendalam

Sang Buddha mengajarkan syair ini di vihara Jetavana, terkait dengan bhikkhu Kundadhana. Ini menyoroti konsekuensi karma yang parah dari ucapan yang salah, terutama kata-kata kasar dan memecah belah. Lidah itu seperti pedang bermata dua; ketika didorong oleh pikiran yang marah, ia dapat menyebabkan kehancuran yang luar biasa. Ajaran Buddha menceritakan kisah-kisah individu yang menderita ratusan kehidupan di alam rendah hanya karena menggunakan bahasa kasar, seperti seorang guru yang dengan marah menyebut murid-muridnya 'bodoh seperti sapi' atau seorang samanera yang mengejek nyanyian seorang Arahat seperti suara anjing menggonggong. Oleh karena itu, seseorang harus sangat menjaga ucapannya, karena kata-kata kasar pasti akan membawa pembalasan dan penderitaan.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 133. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?