8. Walaupun seseorang masih muda dan kuat, namun bila ia malas dan tidak mau beijuang semasa harus beijuang serta berpikir lamban; maka orang yang malas dan lamban seperti itu tidak akan menemukan Jalan yang mengantamya pada kebijaksanaan.
Orang yang mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri dengan tidak menyakiti makhluk lain yang juga mendambakan kebahagiaan, akan menemukan kebahagiaan di masa depan.

Catatan Mendalam

Sang Buddha menyampaikan ajaran ini di vihara Jetavana terkait sekelompok anak-anak. Saat melihat mereka memukuli seekor ular dengan tongkat karena takut digigit, Beliau mengajarkan bahwa mencari kebahagiaan sendiri dengan menyakiti makhluk lain yang juga mendambakan kebahagiaan hanya akan membawa penderitaan di masa depan. Sifat manusia sering kali cenderung egois, menyebabkan orang menyakiti orang lain demi melindungi diri sendiri. Namun, kebahagiaan sejati tidak dapat dibangun di atas penderitaan orang lain. Saat kita bertindak berdasarkan kemarahan atau ketidaktahuan untuk melukai seseorang, kita menghancurkan kedamaian kita sendiri. Kebahagiaan sejati ditemukan dalam perhatian penuh (mindfulness), welas asih, dan melepaskan permusuhan.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 132. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?