35.
Setelah mendengar Ajaran, orang bijaksana menjadi sangat murni, seperti danau yang dalam, jernih, dan tenang.

Catatan Mendalam

Sang Buddha membandingkan pikiran orang bijaksana setelah mendengar Dhamma dengan danau yang dalam, jernih, dan tenang. Mengapa pikiran mereka menjadi begitu damai? Itu karena orang bijaksana mendengarkan dengan perenungan batin yang mendalam daripada sekadar melekat pada suara-suara luar. Mereka menggunakan ajaran sebagai cermin untuk merenungkan sifat sejati mereka sendiri. Ketika kita mendengarkan dengan pikiran yang gelisah dan berfokus ke luar, kita tidak dapat memahami esensi Dhamma. Namun, orang bijaksana mendengarkan dalam keadaan sadar dan penuh perhatian. Kesadaran mereka seperti genangan air yang tidak terganggu, bebas dari riak-riak kekotoran batin. Kita harus belajar mendengarkan Dhamma seperti orang bijaksana, mengarahkan kesadaran kita ke dalam diri kita sendiri.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 82. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?