8. Orang bajik membuang kemelekatan terhadap segala sesuatu; orang suci tidak membicarakan hal-hal yang berkenaan dengan nafsu keinginan. Dalam menghadapi kebahagiaan ataupun kemalangan, orang bijaksana tidak menjadi gembira maupun kecewa.
Jangan bergaul dengan orang yang jahat; jangan mencari persahabatan dengan orang yang hina. Bergaullah dengan sahabat yang baik; carilah persahabatan dengan orang yang mulia.

Catatan Mendalam

Dalam ayat ini, Sang Buddha kembali menekankan pentingnya memilih teman yang tepat. Sebelumnya dalam Dhammapada, Beliau menyatakan bahwa seseorang harus berjalan dengan orang yang setara atau lebih unggul, daripada dengan orang bodoh. Di sini, Beliau secara eksplisit memperingatkan agar tidak bergaul dengan rekan yang jahat atau tidak saleh. Kita dapat memahami panduan ini melalui empat poin:
1. Mengapa menghindari teman yang jahat? Karena bergaul dengan mereka pasti akan memengaruhi kita. Meskipun tidak ada orang yang dilahirkan sepenuhnya jahat, lingkungan yang buruk dan pergaulan yang tidak sehat memelihara benih-benih keburukan dalam pikiran manusia. Menjaga diri kita dari pengaruh jahat adalah hal yang sulit, sedangkan jatuh ke dalam kebiasaan buruk sangatlah mudah. Jika kita bergaul erat dengan orang jahat, kita berisiko meniru sifat-sifat mereka.
2. Mengapa menghindari persahabatan dengan orang yang hina atau rendah? Dalam konteks spiritual ini, 'rendah' mengacu pada kurangnya kebajikan dan kebijaksanaan, bukan kemiskinan materi. Orang yang tidak memiliki nilai-nilai spiritual dan hidup sembarangan tidak memberikan pertumbuhan moral. Berada di dekat mereka membawa komplikasi dan frustrasi yang tidak perlu.
3. Mengapa mencari persahabatan dengan sahabat yang baik? Orang yang bajik memiliki standar moral dan kebaikan yang tinggi. Kehadiran mereka membawa sukacita, keamanan, dan kedamaian. Mereka dilengkapi dengan kebijaksanaan dan kasih sayang, mampu membimbing kita menuju perbuatan baik yang bermanfaat bagi kehidupan kita sekarang dan masa depan.
4. Mengapa mencari persahabatan dengan orang-orang mulia yang bercita-cita tinggi? Orang mulia adalah mereka yang telah memurnikan tindakan jasmani, ucapan, dan pikiran mereka, serta mendedikasikan diri untuk membantu sesama. Mengubah pikiran kita (karma pikiran) adalah hal yang sangat sulit karena pikiran tidak berwujud dan halus. Berada di dekat orang-orang yang berpikiran mulia secara alami membentuk kembali karakter kita. Kedekatan dengan keagungan memberikan kondisi ideal bagi kebangkitan spiritual kita sendiri.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 78. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?