7. Bagaikan danau yang dalam, aimya jemih dan tenang; demikian pula batin para bijaksana menjadi tenteram karena mendengarkan Dhamma.
Hendaklah ia memberi nasihat, memberi petunjuk, dan mencegah orang lain dari berbuat salah; sesungguhnya, ia akan dicintai oleh orang baik dan dibenci oleh orang jahat.

Catatan Mendalam

Dalam ayat ini, Sang Buddha menyoroti penyakit psikologis umum dari makhluk hidup. Menasihati atau menegur orang lain muncul dari pikiran yang bajik. Tentu saja, tindakan seperti itu bergaung dengan orang-orang bajik, karena orang baik ingin semua orang menjadi etis dan berakal budi seperti diri mereka sendiri. Sebaliknya, hal ini sering kali menimbulkan rasa benci dan iri hati dari orang-orang jahat, yang lebih memilih rekan yang memiliki sifat negatif yang sama. Orang baik sering kali menjadi sasaran orang jahat. Namun, kita harus ingat bahwa orang jahat yang mencoba mencelakai orang bajik adalah seperti meludah ke langit; ludah itu tidak akan mencapai langit melainkan jatuh kembali ke wajah mereka sendiri. Ini juga seperti melempar debu melawan arah angin; debu itu hanya akan bertiup kembali ke si pelempar. Bergaul dengan sahabat baik membawa kedamaian pikiran, tetapi orang jahat jarang membiarkan kita tenang. Didorong oleh rasa iri, mereka mungkin menggunakan cara apa saja, termasuk adu domba, untuk merusak persahabatan yang baik. Karena orang baik sering kali lembut, mereka bisa dengan mudah menjadi korban dari skema memecah belah tersebut. Ketika menasihati seorang teman, kita harus menggunakan kebijaksanaan dan taktik, karena orang yang dikoreksi mungkin merasa defensif. Kita harus menjaga pikiran kita bahkan lebih hati-hati daripada kita melindungi diri dari ular berbisa. Jika ular berbisa menggigit kita, itu hanya mengakhiri kehidupan fisik ini. Tetapi jika kita gagal mempraktikkan kesabaran terhadap kejahatan orang lain dan membalas dengan kemarahan, kita menciptakan karma buruk yang membawa penderitaan di kehidupan ini dan kehidupan yang akan datang. Singkatnya, ajaran ini berlaku untuk para monastik maupun praktisi awam, memperingatkan kita untuk memahami psikologi manusia dan berhati-hati dalam pergaulan kita serta dalam cara kita memberikan nasihat.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 77. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?