4. la yang mengenal dhamma akan hidup berbahagia dengan pikiran tenang. Orang bijaksana selalu bergembira dalam Ajaran yang dibabarkan oleh Para Ariya.
Biarlah umat awam dan para biksu berpikir bahwa hal ini dilakukan olehku. Dalam setiap pekerjaan, besar maupun kecil, biarlah mereka mengikutiku" — demikianlah ambisi orang bodoh; dengan demikian, keinginan dan kesombongannya terus bertambah."

Catatan Mendalam

Ajaran ini berlaku bagi para biksu maupun umat awam. Meskipun para biksu menjauhkan diri dari urusan duniawi, mereka tetap terhubung erat dengan semua makhluk melalui hukum sebab-akibat yang saling bergantung (paticcasamuppada); setiap tindakan baik atau buruk memengaruhi keseluruhan. Oleh karena itu, tugas sejati seorang biksu bukanlah membangun vihara yang megah, melainkan mengembangkan "Kebijaksanaan". Ketika kita melakukan sesuatu dengan kelekatan pada bentuk, ego kita akan mengambil alih, memicu pemikiran keliru: "Ini adalah hasil karyaku, dan semua orang harus patuh pada perintahku." Ketika kenyataan tidak sesuai harapan, kemarahan dan penderitaan pun muncul. Pikiran duniawi cenderung egois, merasa diri paling penting dan menuntut kepatuhan mutlak. Orang bodoh menjebak diri mereka dalam ilusi ini, menyebabkan keserakahan dan kesombongan mereka terus meningkat, menggenggam erat pencapaian mereka hingga napas terakhir, dan terus tenggelam dalam lautan penderitaan.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 74. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?