15. “Biarlah umat awam dan para bhikkhu berpikir bahwa hal ini hanya dilakukan olehku; dalam semua pekerjaan besar dan kecil mereka menunjuk diriku,” demikianlah ambisi bhikkhu yang bodoh itu; dan keinginan serta kesombongannya pun terus bertambah.
Air susu yang diperas tidak langsung menjadi dadih dalam sekejap. Demikian pula, perbuatan buruk yang dilakukan orang bodoh tidak segera membuahkan hasil, tetapi kekuatan karmanya diam-diam mengikuti mereka bagai bara api yang tersembunyi di balik abu.

Catatan Mendalam

Ketika menanam kebajikan, sebagian orang mengharapkan buahnya segera muncul. Meskipun hukum karma tidak pernah salah, ia bekerja dengan sangat kompleks. Sebuah sebab utama memerlukan kondisi-kondisi pendukung untuk matang. Jika kondisi pendukungnya buruk, sebab yang baik pun tidak dapat berkembang dengan sempurna. Sebagai contoh, benih yang ditanam bisa habis dimakan semut jika tidak dirawat. Proses dari sebab menjadi akibat membutuhkan waktu dan kondisi yang tepat, seperti susu yang memerlukan waktu dan suhu yang pas untuk berubah menjadi mentega murni. Karma bekerja melintasi masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Terkadang kita tidak menyadari sebab-sebab kecil yang kita perbuat, seperti benih rumput tak terlihat yang tiba-tiba tumbuh subur setelah hujan. Namun, buah dari suatu sebab dapat diubah atau diringankan melalui perubahan perilaku dan pertobatan yang tulus. Berlatih Dharma berarti mengubah karma kita. Melalui bait ini, Sang Buddha mengingatkan bahwa meski akibat buruk tidak langsung terlihat, kekuatan karma buruk itu tetap mengintai seperti api yang membara di dalam abu.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 71. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?