9. Bila suatu perbuatan setelah selesai dilakukan tidak membuat seseorang menyesal, maka perbuatan itu adalah baik. Orang itu akan menerima buah perbuatannya 4 dengan hati yang gembira dan puas.
Meskipun orang yang bijaksana bergaul dengan orang bijak hanya sesaat, ia akan segera memahami Kebenaran, sama seperti lidah yang dapat merasakan lezatnya sup.

Catatan Mendalam

Kebijaksanaan sejati dalam agama Buddha (Prajna) berbeda dengan kecerdasan duniawi atau sekadar intelektualisme. Kepintaran duniawi sering kali menjadi penghalang bagi praktik spiritual karena terjebak dalam perdebatan konseptual. Sebaliknya, kebijaksanaan Buddhis muncul dari dalam sifat asli kita melalui kontemplasi dan meditasi. Seseorang yang memiliki batin yang siap dan responsif, ketika bertemu dengan guru yang bijaksana, dapat segera memahami kebenaran mendalam hanya dari satu patah kata atau isyarat—bagaikan lidah yang seketika merasakan kelezatan sup. Kebangkitan spontan ini digambarkan dengan indah dalam tradisi Zen, di mana seorang murid langsung menangkap kebenaran sejati melalui interaksi sederhana dengan sang guru.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 65. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?