4. Orang yang mengumpulkan bunga-bunga kesenangan indera, yang pikirannya kacau, akan diseret oleh kematian bagaikan banjir besar menghanyutkan sebuah desa yang tertidur. 21 5 . Orang yang mengumpulkan bunga-bunga kesenangan indera, pikirannya kacau dan tak pemah puas, akan berada di bawali kekuasaan Sang Penghancur (Kematian)
Seorang pejuang di jalan akan menaklukkan bumi ini, alam Yama ini dan alam manusia serta dewa ini. Pejuang di jalan akan menyempurnakan jalan kebijaksanaan yang diajarkan dengan baik, seperti halnya seorang pembuat karangan bunga ahli membuat desain bunganya.
Catatan Mendalam
Sang Buddha mengungkapkan siapa yang telah menaklukkan bumi, alam Yama (alam rendah), dan alam surgawi. Dia adalah 'pejuang di jalan' (Sekha), merujuk pada mereka yang telah mencapai tiga tahap pencerahan pertama: Pemasuk-Arus (Sotapanna), Kembali-Sekali (Sakadagami), dan Tidak-Kembali (Anagami). Mengapa mereka menaklukkan alam-alam ini? Karena mereka telah melihat kebenaran tertinggi dan membasmi khayalan, mengakhiri siklus sebab dan akibat yang didorong oleh ketidaktahuan. Oleh karena itu, Sang Buddha berkata: 'Pejuang di jalan akan menyempurnakan jalan kebijaksanaan yang diajarkan dengan baik, seperti halnya seorang pembuat karangan bunga ahli membuat desain bunganya.' Ini adalah jawaban Sang Buddha atas pertanyaan yang diajukan pada bait sebelumnya.
Ayat ini menjelaskan konsekuensi dari mengejar kesenangan indera tanpa henti. Orang yang pikirannya kacau dan terus-menerus mengumpulkan "bunga-bunga kesenangan indera" akan diseret oleh kematian, seperti desa yang tertidur dihanyutkan oleh banjir besar. Ini berarti bahwa keterikatan pada kesenangan duniawi dan ketidakpuasan yang terus-menerus membuat seseorang rentan terhadap kekuasaan kematian, tanpa persiapan atau pelarian.
Apakah Anda ingin merenungkan lebih lanjut tentang bagaimana keterikatan pada kesenangan indera memengaruhi praktik Anda?
🌿
Asisten Zen AI
Aktif
Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 45. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?
⭐
Simpan Ayat Favorit
Untuk menyimpan dan meninjau ayat-ayat Dhammapada favorit Anda kapan saja, silakan masuk ke WebApp atau aplikasi TU.