1. Brahmana, berusahalah memotong arus (kehidupan) dan singkirkanlah nafsu-nafsu indera. Setelah mengetahui penghancuran segala sesuatu yang berkondisi, O Brahmana, engkau akan mengenal apa Yang Tak Tercipta.
Tidak ada konsentrasi meditatif bagi orang yang kurang pandangan terang, dan tidak ada pandangan terang bagi orang yang kurang konsentrasi meditatif. Ia yang di dalamnya terdapat baik konsentrasi meditatif maupun pandangan terang, sungguh, dekat dengan Nibbana.

Catatan Mendalam

Ayat ini adalah bagian dari seri ajaran Buddha di Jetavana mengenai sekelompok besar bhikkhu, terutama kisah Sona Kutikanna dan ibunya. Buddha menekankan keterkaitan penting antara konsentrasi meditatif (samadhi) dan kebijaksanaan (pañña). Konsentrasi tanpa kebijaksanaan menyebabkan keadaan seperti pingsan yang tumpul, sementara kebijaksanaan tanpa konsentrasi kurang memiliki stabilitas untuk menembus realitas. Keduanya harus dikultivasi bersama. Dalam tradisi Theravada, moralitas melahirkan konsentrasi, dan konsentrasi melahirkan kebijaksanaan. Dalam tradisi Mahayana, terutama seperti yang diajarkan oleh Patriark Keenam Huineng dalam Sutra Platform, konsentrasi dan kebijaksanaan adalah tidak-dual dan simultan. Apa pun interpretasinya, seorang praktisi yang memiliki keduanya dikatakan dekat dengan Nibbana.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 372. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?