23. Walaupun seorang bhikkhu masih berusia muda, namun bila ia tekun menghayati Ajaran Sang Buddha, maka ia akan menerangi dunia ini, bagaikan bulan yang terbebas dan awan. 167 ||
Ber-meditasilah, wahai bhikkhu! Jangan lengah. Jangan biarkan pikiranmu berputar pada kenikmatan indria. Jika lengah, jangan menelan bola besi panas membara, nanti engkau akan berteriak saat terbakar, 'Aduh, sakit sekali!'
Catatan Mendalam
Ayat ini adalah bagian dari seri ajaran Buddha di Jetavana tentang sekelompok besar bhikkhu, terutama kisah Sona Kutikanna dan ibunya. Setelah Sona ditahbiskan dan tinggal dekat Buddha, ibunya tetap tenang ketika bandit menjarah rumahnya, terus mendengarkan Dhamma tanpa keterikatan. Pemimpin bandit sangat terkesan sehingga ia mengembalikan semua barang, dan seluruh geng kemudian ditahbiskan di bawah Yang Mulia Sona. Buddha kemudian mengajarkan ayat ini sebagai peringatan keras: bhikkhu harus bermeditasi dengan tekun tanpa kelengahan, tidak membiarkan pikiran berputar pada kenikmatan indria. Jika seseorang lengah dan menuruti keinginan, itu seperti menelan bola besi panas membara—penderitaan dan penyesalan yang menyusul tak tertahankan. Ini adalah peringatan jelas untuk berlatih perhatian penuh dan pengendalian diri sebelum terlambat.
Ayat ini, "Ber-meditasilah, wahai bhikkhu! Jangan lengah. Jangan biarkan pikiranmu berputar pada kenikmatan indria. Jika lengah, jangan menelan bola besi panas membara, nanti engkau akan berteriak saat terbakar, 'Aduh, sakit sekali!'", adalah peringatan keras dari Sang Buddha.
Maknanya adalah seorang bhikkhu harus tekun bermeditasi dan menjaga perhatian penuh agar tidak lengah. Jika pikiran dibiarkan berputar pada kenikmatan indria dan seseorang menuruti keinginan tersebut, itu akan membawa penderitaan yang tak tertahankan, seperti menelan bola besi panas membara. Ini adalah ajakan untuk melatih pengendalian diri dan perhatian penuh sebelum terlambat, demi menghindari penyesalan dan kesakitan di kemudian hari.
Bagaimana Anda melihat peringatan ini dalam praktik harian Anda?
🌿
Asisten Zen AI
Aktif
Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 371. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?
⭐
Simpan Ayat Favorit
Untuk menyimpan dan meninjau ayat-ayat Dhammapada favorit Anda kapan saja, silakan masuk ke WebApp atau aplikasi TU.