4. Pikiran itu sungguh sukar diawasi, amat halus dan senang mengembara sesuka hati. Karena itu hendaklah orang bijaksana selalu menjagariya. Pikiran yang dijaga dengan baik akan membawa kebahagiaan.
Seperti ikan yang ditarik keluar dari air dan dilemparkan ke darat berdenyut dan bergetar, demikian pula pikiran ini gelisah. Oleh karena itu, seseorang harus meninggalkan alam Mara.

Catatan Mendalam

Sang Buddha memberikan gambaran yang jelas tentang betapa mudahnya tertipu oleh pikiran kita sendiri. Ketika seorang praktisi belum menjinakkan pikiran mereka—atau menguasai enam indra mereka—kontak dengan dunia luar membuat pikiran menjadi gelisah. Ini persis seperti melemparkan ikan ke darat yang kering; bagaimana mungkin ia tidak meronta-ronta? Ikan membutuhkan air untuk hidup. Dilemparkan ke tanah kering, ia akan mati. Demikian pula, jika seorang praktisi tidak dapat menguasai pikiran mereka, mereka tidak dapat melarikan diri dari gangguan Mara (kekuatan iblis dari kekotoran batin). Dengan demikian, untuk melarikan diri dari alam Mara, seseorang harus menggunakan "panah kebijaksanaan" dan "busur konsentrasi." Jika tidak, mereka akan binasa secara spiritual, seperti ikan sekarat yang meronta-ronta di pantai.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 34. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?