9. Apabila dalam pengembaraanmu engk.au tak dapat menemukan seorang sahabat yang berkelakuan baik, pandai dan bijaksana, maka hendaknya ikutilah diayang akan membawa kebahagiaan dan kesadaran bagi dirimu yang akan menghindarkan dirimu dan kesukaran dan dan mara bahaya.
Menyadari kesalahan saat terjadi dan mengetahui ketiadaan kesalahan saat tepat, sambil mempertahankan pandangan benar, membawa seseorang menuju jalan kebaikan dan pembebasan dari penderitaan.

Catatan Mendalam

Dua bait ini diajarkan oleh Buddha di Biara Jetavana dan berkaitan dengan beberapa umat awam dan orang non-Buddha. Ada sekelompok anak yang bermain bersama, sebagian dari keluarga non-Buddha dan sebagian dari keluarga Buddha. Ketika anak-anak non-Buddha pulang, orang tua mereka melarang mereka menyapa para biksu dan mengunjungi biara, memaksa mereka untuk bersumpah. Suatu hari, saat bermain dekat Jetavana, anak-anak kehausan. Mereka meminta seorang teman Buddha untuk mengambil air dari biara. Saat masuk, anak itu bertemu Buddha dan menceritakan kisahnya. Buddha memerintahkan: setelah minum, ajak teman-teman lainnya untuk minum. Semua anak datang menemui Buddha. Dia menceritakan kisah sederhana, mengajarkan Dharma, memperkuat iman mereka, dan membimbing mereka untuk mengambil perlindungan dan menjaga sila. Anak-anak non-Buddha pulang dan menceritakan kepada orang tua mereka, yang marah dan menangis karena anak mereka mengikuti guru palsu. Tetangga bijaksana menenangkan mereka dan menjelaskan Dharma, membuat mereka menyadari manfaatnya dan memutuskan untuk mengikuti bimbingan Gotama. Dengan keluarga besar, mereka mengunjungi biara, memberi hormat pada Buddha, dan mendengarkan Dharma. Buddha mengamati pikiran mereka dan menyampaikan dua bait ini. Dalam bait 318, Buddha menjelaskan bahwa benar atau salah tergantung pada pikiran dan pandangan salah, yang menyebabkan penderitaan. Masyarakat manusia menderita karena penilaian yang kaku dan salah. Bait 319 mengajarkan: mengetahui kesalahan sebagai kesalahan dan bukan kesalahan sebagai bukan kesalahan, menjaga pandangan benar, membuat jalan kebajikan dekat. Dengan melihat realitas secara benar, penderitaan berakhir. Kisah ini menunjukkan kepolosan anak-anak: mereka bermain tanpa membedakan teman Buddha atau non-Buddha. Pembagian datang dari orang dewasa yang membuat larangan berdasarkan persepsi keliru, menimbulkan kebencian dan mengurangi kebaikan manusia. Hingga manusia mengatasi prasangka dan pandangan salah, konflik dan penderitaan akan terus ada.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 319. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?