8. Hendaklah orang mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati. Suatu kehidupan suci yang dijalankan dengan seenaknya akan membangkitkan debu nafsu yang lebih besar. •
Perbuatan baik bersinar dari jauh, seperti pegunungan Himalaya; perbuatan jahat gelap seperti panah yang ditembak di malam hari.

Catatan Mendalam

Syair ini diajarkan oleh Buddha di Wihara Jetavana terkait Cullā Subhaddā, putri Anathapindika. Kisahnya menyebutkan bahwa Anathapindika dan Uccha adalah teman kecil. Mereka berjanji bahwa keluarga mereka akan bersatu melalui pernikahan. Keduanya menjadi rumah tangga kaya. Suatu hari, Uccha berkunjung, dan putri Anathapindika menerima tamu dengan penuh sopan santun. Uccha sangat kagum pada kebajikan dan karakter putri itu dan memintanya menikah dengan putranya. Anathapindika berkonsultasi dengan Buddha, yang mengetahui Uccha akan mencapai kesucian, menasihati untuk menerima. Kedua keluarga menetapkan tanggal pernikahan. Sebagai orang terkaya di daerah itu, Anathapindika memberikan mahar besar dan nasihat kepada putrinya, menyerahkan dirinya ke rumah suami. Pada hari pernikahan, keluarga pengantin memberikan persembahan kepada Buddha dan Sangha, diikuti prosesi megah mengantar pengantin ke rumah suami. Kota merayakan keindahan dan kebajikan pengantin. Uccha, pengikut aliran luar, hadir dengan para pendeta lain. Ia meminta pengantin menyapa mereka, tetapi pengantin menolak, menganggap mereka tidak sopan dan tidak etis. Uccha marah dan mengusirnya, tetapi pelindungnya membela. Menyadari kesetiaannya pada Buddha, ibu mertua bertanya tentang kebajikan Buddha. Pengantin membacakan syair panjang memuji Buddha dan Sangha. Terkesan, ibu mertua ingin bertemu Buddha. Pengantin naik ke lantai atas, membakar dupa, dan berdoa sungguh-sungguh agar Buddha hadir. Bersamaan, Anathapindika juga memohon kehadiran Buddha, tetapi Buddha menolak karena telah menerima permintaan putrinya. Terkejut, Anathapindika bertanya bagaimana putrinya bisa memanggil Buddha dari 120 mil. Buddha berkata, “Orang saleh, walau jauh, hadir seakan dekat.” Indra menampakkan 500 menara untuk mengantar Buddha dan Sangha ke kota Uccha. Ketika tiba, dengan wibawa luar biasa, Uccha dan istrinya menghormati dengan bunga dan dupa. Uccha memohon Buddha tinggal tujuh hari, selama itu Buddha mengajarkan Dharma kepada Uccha dan 84.000 orang, semua memperoleh mata Dharma. Warga kota menjadi saleh dan berakal, berkat pengaruh Subhaddā. Kisah ini menunjukkan bahwa orang suci sepanjang masa mencapai pencerahan melalui perbuatan baik. Buddha, meski telah mencapai pencerahan, tidak meninggalkan perbuatan baik apapun, dari membantu orang tua, menyembuhkan binatang, hingga merawat bhikkhu sakit. Dari masa pangeran hingga menjadi Buddha, Buddha menjalankan semua kebaikan dengan sabar dan gembira, tanpa keterikatan. Seperti kata leluhur, “Bersemangatlah melakukan kebaikan, jauhi kejahatan; lihat kebaikan seperti orang yang haus melihat air, dengar kejahatan seperti orang tuli. Berbuat baik membawa sukacita, jalan itu besar.” Para bijak sejarah menekankan, berbuat baik membawa pahala, berbuat jahat mendatangkan akibat yang terlihat. Buddha berkata, “Perbuatan baik bersinar jauh, seperti gunung bersalju; perbuatan jahat gelap, seperti panah yang ditembak di malam hari.” Bahkan ribuan tahun kemudian, nama Budha dan orang bijak bersinar seperti puncak gunung bersalju. Orang jahat, buta oleh ambisi dan keinginan, diperbudak ego, menyakiti orang lain. Nama mereka mungkin terkenal, tapi sebagai peringatan buruk. Mereka terjebak dalam penjara kebodohan, menunggu cahaya kebijaksanaan untuk melepaskan penderitaan abadi. Kisah ini membuktikan bahwa perbuatan baik membawa berkah. Uccha dan istrinya, berkat pengaruh Subhaddā, menempuh jalan benar. Subhaddā tetap teguh setia pada Buddha, menolak tekanan aliran lain dan ayah mertuanya, menunjukkan tak ada kekuatan yang bisa menggoyahkan hati yang sepenuhnya taat kepada Buddha. Buddha membalas kesetiaannya, yang mengejutkan Anathapindika. Pelajaran Buddha: “Orang saleh, walau jauh, hadir seakan dekat.” Tidak ada wangi yang lebih jauh daripada wewangian kebajikan, tidak ada nama baik yang lebih meluas daripada orang yang sepenuhnya saleh, yang pantas dihormati seluruhnya.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 304. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?