17. Setelah mengetahui kenyataan ini, maka orang berbudi dan bijaksana tak akan menunda waktu dalam menempuh jalan menuju Nibbana. 125 Ir BAB XXI || PAKINN AKA VAG G A • • BungaRampai
Ketika seharusnya berusaha tidak berusaha, masa muda yang kuat telah malas, tekad layu dan lemah; orang malas itu bagaimana mungkin memiliki kebijaksanaan untuk mencapai kebenaran!

Catatan Mendalam

Ajaran ini disampaikan oleh Sang Buddha di Vihara Jetavana, terkait dengan Yang Mulia Padhànakammika Tissa. Menurut kisah, lima ratus pemuda dari Savatthi meninggalkan keduniawian dan menjadi bhikkhu di bawah Buddha, menerima objek meditasi dari Beliau, dan pergi ke hutan. Di antara mereka, seorang bhikkhu lalai dan tidak berlatih, sementara yang lainnya berusaha dengan tekun dan mencapai kesucian arahat. Bhikkhu Tissa, karena kemalasannya, tidak mencapai apa pun. Kemudian para bhikkhu kembali ke vihara dan melaporkan pencapaian mereka kepada Buddha. Dalam perjalanan pulang, saat mengumpulkan dana makanan, mereka melewati sebuah desa yang berjarak satu mil dari Savatthi. Seorang umat awam mengundang mereka ke rumahnya untuk makan keesokan harinya, dan mereka menerimanya. Setibanya di vihara, Buddha dengan hangat menanyakan tentang pencapaian mereka. Semua bersukacita kecuali Tissa, yang tidak bahagia karena belum mencapai tingkat kesucian mana pun. Ia bertekad untuk berusaha keras dalam meditasi pada hari itu juga agar Buddha mau berbicara dengannya. Sementara itu, bhikkhu lain memberi tahu Buddha tentang undangan untuk keesokan harinya. Malam itu, Tissa berjalan mondar-mandir, tidak bisa tidur. Akhirnya, karena rasa kantuk yang luar biasa, ia tersandung kursi batu, kakinya patah, dan ia berteriak kesakitan. Para bhikkhu lain sibuk merawat Tissa, sehingga mereka melewatkan jamuan makan. Setelah Buddha bertanya dan mengetahui alasannya, Beliau bersabda: "Para bhikkhu, seseorang yang tidak bangun pada waktu yang tepat, yang memiliki kemauan lemah dan malas, tidak akan pernah mengembangkan konsentrasi dan mencapai kesucian." Pada kesempatan itu, Sang Buddha mengucapkan syair ini.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 280. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?