10. Ia akan mengalami penderitaan hebat, kecelakaan,luka, sakit berat atau bahkan hilang ingatan;
Dari semua jalan, Jalan Berunsur Delapan adalah yang terbaik; dari semua kebenaran, Empat Kebenaran Mulia adalah yang terbaik; dari semua hal, ketiadaan nafsu adalah yang terbaik; di antara manusia, Sang Pelihat (Buddha) adalah yang terbaik.
Catatan Mendalam
Empat syair ini diajarkan oleh Buddha di Vihara Jetavana, terkait dengan lima ratus bhikkhu. Menurut kisahnya, suatu hari Sang Buddha, setelah berkeliling ke seluruh negeri, kembali ke Savatthi. Pada saat itu, lima ratus bhikkhu sedang mendiskusikan jalan-jalan yang telah mereka lewati: "Jalan ke desa ini rata, jalan ke desa itu terjal, jalan ini penuh kerikil, jalan itu tidak berbatu..." Sang Buddha melihat bahwa para bhikkhu ini memiliki potensi untuk mencapai kesucian arahat, maka Beliau pergi ke aula Dharma dan bertanya: "Apa yang sedang kalian diskusikan di sini?" Setelah mereka menceritakannya, Beliau mengajarkan: "Para bhikkhu, jalan-jalan itu tidak layak menjadi perhatian kita. Seorang bhikkhu harus mengikuti Jalan Mulia; hanya itu yang dapat membebaskan dari semua penderitaan." Pada kesempatan itu, Buddha mengucapkan empat syair ini. (Kutipan dari Kumpulan Kisah Dhammapada, Jilid III, Vien Chieu, hlm. 103)
Ayat ini, "10. Ia akan mengalami penderitaan hebat, kecelakaan, luka, sakit berat atau bahkan hilang ingatan," sebenarnya adalah bagian dari *Kisah Dhammapada* yang menjelaskan konsekuensi dari tindakan yang tidak benar, bukan ayat 273 itu sendiri.
Ayat 273 yang sebenarnya berbunyi: "Dari semua jalan, Jalan Berunsur Delapan adalah yang terbaik; dari semua kebenaran, Empat Kebenaran Mulia adalah yang terbaik; dari semua hal, ketiadaan nafsu adalah yang terbaik; di antara manusia, Sang Pelihat (Buddha) adalah yang terbaik."
Makna ayat 273 adalah penekanan pada keunggulan ajaran Buddha. Jalan Berunsur Delapan adalah satu-satunya jalan menuju kebebasan dari penderitaan. Empat Kebenaran Mulia adalah inti dari pemahaman penderitaan dan jalan menuju akhir penderitaan. Ketiadaan nafsu adalah tujuan tertinggi, dan Buddha adalah pembimbing utama yang telah menemukan dan mengajarkan kebenaran ini.
Apakah Anda ingin merenungkan lebih lanjut tentang Jalan Berunsur Delapan?
🌿
Asisten Zen AI
Aktif
Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 273. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?
⭐
Simpan Ayat Favorit
Untuk menyimpan dan meninjau ayat-ayat Dhammapada favorit Anda kapan saja, silakan masuk ke WebApp atau aplikasi TU.