9. Waspada di antara yang lengah, berjaga di antara yang tertidur; orang bijaksana akan maju terus, bagaikan seekor kuda yang tangkas berlari meninggalkan kuda yang lemah di belakang. «
Jangan biarkan dirimu tenggelam dalam kelengahan. Jangan memanjakan diri dalam kesenangan indrawi. Hanya mereka yang waspada dan bermeditasi yang mencapai kebahagiaan besar.

Catatan Mendalam

Sang Buddha mengingatkan kita: jika seorang praktisi benar-benar ingin melepaskan diri dari penderitaan kelahiran dan kematian, mereka tidak boleh tenggelam dalam kelengahan atau dimabukkan oleh kesenangan indrawi. Sebaliknya, mereka harus tetap waspada dan berlatih meditasi untuk mencapai kedamaian yang besar. Aspek penting dari latihan adalah perenungan mendalam tentang sifat segala sesuatu yang fana dan tidak kekal. Tidak ada di dunia ini yang bertahan selamanya. Bahkan tubuh kita pada akhirnya akan kembali menjadi debu, jadi tidak ada alasan untuk melekat pada harta benda eksternal. Mengetahui hal ini, mengapa kita harus terikat pada kesenangan duniawi? Menyelesaikan masalah besar kehidupan, kematian, dan penderitaan adalah tugas yang paling penting bagi seorang praktisi.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 27. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?