8. Kelakuan buruk adalah noda bagi seorang wanita, kekikiran adalah noda bagi seorang dermawan. Sesungguhnya, segala bentuk kejahatan merupakan noda. baik dalam dunia ini maupun dalam dunia selanjutnya.
Orang bijak mengendalikan jasmani, mengendalikan ucapan, dan juga mengendalikan pikiran; mereka benar-benar telah mengendalikan ketiga pintu tindakan tersebut.

Catatan Mendalam

Buddha membabarkan syair-syair ini di Vihara Veluvana (Hutan Bambu) berkenaan dengan sekelompok enam bhikkhu. Suatu hari, mereka berjalan mondar-mandir dengan bising di atas batu menggunakan bakiak kayu sambil mengetukkan tongkat mereka. Mendengar kegaduhan itu, Buddha bertanya kepada Yang Mulia Ananda, yang kemudian menjelaskan penyebabnya. Buddha lalu bersabda: 'Seorang bhikkhu harus menjaga pikiran, ucapan, dan perbuatannya.' Melalui syair ini, Buddha menekankan pengendalian tiga pintu tindakan: jasmani, ucapan, dan pikiran (tiga karma). Kebahagiaan dan penderitaan dalam hidup bersumber dari ketiga karma ini. Ketika pikiran kita dipenuhi niat baik untuk menolong, energi pemahaman, kasih sayang, dan simpati akan mengalir, membuahkan kebahagiaan seketika—bagaikan pohon jeruk yang menghasilkan buah yang manis. Sebaliknya, membiarkan pikiran buruk berkembang akan berujung pada tindakan keji atau ucapan kasar yang mendatangkan penderitaan seketika, bagaikan menanam cabai yang menghasilkan rasa pedas. Orang bijak senantiasa mengendalikan dan mengubah karma buruk menjadi baik dengan menerapkan Sila (Moralitas), Samadhi (Konsentrasi), dan Panna (Kebijaksanaan) demi kedamaian di kehidupan sekarang maupun yang akan datang.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 234. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?