11. Hendaklah orang selalu menjaga rangsangan jasmani, hendaklah ia selalu mengendalikan jasmaninya. Setelah menghentikan perbuatan-perbuatan jahat melalui jasmani, hendaklah ia giat melakukan perbuatan- perbuatan baik melalui jasmani.
Taklukkan kemarahan dengan cinta kasih; taklukkan kejahatan dengan kebaikan; taklukkan kekikiran dengan kemurahan hati; taklukkan kebohongan dengan kebenaran.
Catatan Mendalam
Kisah ini terjadi di Vihara Veluvana, berkaitan dengan Uttarà, seorang wanita dermawan. Uttarà adalah putri dari seorang mantan buruh yang mendapatkan kekayaan luar biasa berkat kebajikannya. Setelah menikah, ia mempekerjakan Sirima, seorang wanita penghibur, untuk melayani suaminya agar ia memiliki waktu untuk beribadah. Karena cemburu, Sirima menyiramkan minyak panas ke kepala Uttarà. Uttarà melarang para pelayan untuk membalas, justru berterima kasih kepada Sirima karena telah memberinya waktu luang untuk melakukan kebajikan. Sirima yang merasa sangat malu kemudian memohon pengampunan kepada Sang Buddha. Sang Buddha memuji ketabahan Uttarà dan mengajarkan bahwa amarah harus ditaklukkan dengan cinta kasih, kejahatan dengan kebajikan, kekikiran dengan kemurahan hati, dan kebohongan dengan kebenaran. Kisah ini mengajarkan bahwa kekuatan sejati terletak pada kemampuan untuk memaafkan dan memutus rantai kebencian melalui perbuatan baik.
Ayat ini mengajarkan kita untuk selalu menjaga dan mengendalikan tindakan jasmani kita. Setelah menghentikan perbuatan jahat yang dilakukan melalui tubuh, kita harus giat melakukan perbuatan baik.
Kisah Uttarà dan Sirima menggambarkan hal ini dengan jelas. Meskipun disiram minyak panas, Uttarà tidak membalas dendam. Sebaliknya, ia menunjukkan cinta kasih dan memaafkan Sirima, memutus lingkaran kebencian. Ini adalah contoh nyata bagaimana kita dapat menaklukkan kemarahan dengan cinta kasih dan kejahatan dengan kebaikan, bukan dengan membalas dendam.
Apakah Anda melihat bagaimana prinsip ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari Anda?
🌿
Asisten Zen AI
Aktif
Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 223. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?
⭐
Simpan Ayat Favorit
Untuk menyimpan dan meninjau ayat-ayat Dhammapada favorit Anda kapan saja, silakan masuk ke WebApp atau aplikasi TU.