1. Hendaklah orang menghentikan kemarahan dan kesombongan, hendaklah ia mengatasi semua belenggu. Orang yang tidak lagi terikat pada batin dan jasmani, yang telah bebas dari nafsu-nafsu, tak akan menderita lagi.
Dari kemelekatan muncul kesedihan, dari kemelekatan muncul ketakutan. Bagi mereka yang telah sepenuhnya bebas dari kemelekatan, tiada lagi kesedihan, apalagi ketakutan.

Catatan Mendalam

Kisah ini terjadi di Biara Jetavana, berkaitan dengan upasika Visakha yang sangat berduka atas kematian cucu kesayangannya, Dattā. Sang Buddha mengajarkan bahwa kesedihan dan ketakutan muncul dari kemelekatan (taṇhā). Beliau menunjukkan kepada Visakha bahwa jika seseorang meratapi setiap kehilangan, hidup akan dipenuhi dengan tangisan tanpa henti. Kematian adalah keniscayaan, dan meratapi orang yang telah pergi tidak memberikan manfaat, melainkan justru mengikat mereka pada keduniawian. Bentuk cinta sejati kepada yang telah tiada bukanlah ratapan emosional, melainkan doa yang tulus dan ketenangan batin. Dengan memahami ketidakkekalan (anicca), kita dapat melepaskan kemelekatan yang merupakan akar dari penderitaan dan kelahiran kembali, sehingga mencapai kebebasan dari rasa takut.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 213. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?