3. Orang bijaksana yang tekun bersamadi, hidup bersemangat dan selalu berusaha dengan sungguh- -sungguh, pada akhimya akan mencapai Nibbana. I
Kewaspadaan adalah jalan menuju Nibbana (Kekekalan); kelengahan adalah jalan menuju kematian. Mereka yang waspada tidak akan mati, sedangkan mereka yang lengah hidup bagaikan mayat.

Catatan Mendalam

Istilah "Kekekalan" di sini bersinonim dengan Nibbana. Mereka yang waspada hidup dengan disiplin etika yang mendalam. Sadar akan penderitaan hidup, mereka berlatih dengan tekun dan menjaga tindakan, ucapan, serta pikiran mereka. Dengan menguasai pikiran, mereka berhenti menciptakan karma buruk dan mencapai kedamaian tertinggi Nibbana, terbebas dari siklus kelahiran dan kematian. Sebaliknya, mereka yang lengah mengikuti hasrat dan naluri buta mereka, mengembara tanpa arah dalam siklus Samsara yang penuh penderitaan. Oleh karena itu, Sang Buddha menegur mereka, mengatakan bahwa mereka hidup seperti "mayat berjalan." Jika kita hidup tanpa kesadaran (mindfulness), bertindak secara mekanis tanpa mengetahui sifat sejati kita, kita mengira pikiran kita yang fana dan kacau sebagai diri kita yang sebenarnya. Namun, bila diperhatikan dengan saksama, pikiran-pikiran ini hanyalah ilusi. Hidup yang terus-menerus diperbudak oleh ilusi-ilusi ini sama halnya dengan mati saat masih bernapas.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 21. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?