9. Barangsiapa sempurna dalam sila dan mempunyai pandangan terang, teguh dalam Dhamma, selalu berbicara benar dan memenuhi segala kewajibannya, maka semua orang akan mencintainya.
Menekuni hal-hal yang seharusnya dihindari dan melalaikan apa yang seharusnya dikerjakan, ia yang mengejar kesenangan duniawi dan melepaskan kesejahteraan sejati, hanya akan iri pada mereka yang teguh menjalankan latihan.

Catatan Mendalam

Kisah ini terjadi di Jetavana, melibatkan satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang putra tunggal. Karena sangat mencintai anaknya, orang tua tersebut menjaganya dengan sangat ketat. Setelah mendengar pembacaan doa oleh para Bhikkhu saat jamuan makan, sang putra terinspirasi untuk menjadi petapa. Karena tahu orang tuanya tidak akan mengizinkan, ia berbohong dan melarikan diri ke vihara untuk ditahbiskan. Mengetahui hal itu, sang ayah menyusul dan juga memutuskan untuk menjadi petapa, diikuti oleh sang ibu. Meskipun sudah menjadi anggota Sangha, mereka masih sering berkumpul dan terikat oleh kasih sayang duniawi. Buddha menegur mereka, menjelaskan bahwa renunsiasi fisik tanpa melepaskan keterikatan batin adalah sia-sia. Ajaran ini menekankan pentingnya batin yang fokus pada pembersihan noda batin, bukan pada hubungan keluarga yang menghambat jalan pembebasan.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 209. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?