7. Dari nafsu timbul kesedihan, dari nafsu timbul ketakutan; bagi orang yang telah bebas dari nafsu, tiada lagi kesedihan maupun ketakutan.
Berjalan bersama orang bodoh membawa duka yang panjang. Bergaul dengan mereka bagaikan hidup bersama musuh yang menyakitkan. Namun, hidup bersama orang bijak adalah kebahagiaan, seperti bertemu kembali dengan saudara sendiri.

Catatan Mendalam

Ayat ini membandingkan akibat dari bergaul dengan orang bodoh dan orang bijak. Sang Buddha menjelaskan bahwa bergaul dengan orang bodoh—mereka yang bertindak impulsif, kurang memiliki kendali diri, dan menolak kebijaksanaan—membawa penderitaan jangka panjang, ibarat hidup bersama musuh. Sebaliknya, berada di dekat orang bijak, yang bertindak dengan kejernihan, kasih sayang, dan integritas moral, membawa kebahagiaan sejati seperti bertemu kembali dengan keluarga tercinta. Selain hubungan antarmanusia, hal ini juga merupakan panduan batin: 'orang bodoh' melambangkan ketidaktahuan kita sendiri, sementara 'orang bijak' melambangkan kesadaran murni. Untuk mencapai kebahagiaan, seseorang harus menjauhi pengaruh kebodohan dan mencari lingkungan yang mendukung kebijaksanaan.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 207. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?