10. Karena rasa takut, banyak orang pergi mencari pcrlindungan ke gunung-gunung, ke asrama (hutan- -hutan), ke pohon-pohon dan ke tempat-tempat pemujaan yang dianggap keramat.
Dengan jalan apa kalian dapat melacak Sang Buddha yang tidak memiliki jejak, yang di dalam diri-Nya tidak lagi terdapat keinginan yang menjerat dan membingungkan yang melanggengkan penjelmaan?

Catatan Mendalam

Melanjutkan ayat 179, ayat ini menguraikan lebih lanjut mengenai pencapaian Buddha. Jika ayat sebelumnya menekankan ketidakmungkinan melacak jejak Sang Tercerahkan, ayat ini berfokus pada lenyapnya 'keinginan yang menjerat' (tanhā) yang menjadi bahan bakar siklus kehidupan. Buddha menjelaskan bahwa bagi seseorang yang telah memutus ikatan keinginan, tidak ada lagi 'jaring' atau 'umpan' yang dapat menggoda mereka. Setelah melampaui dorongan keserakahan, kebencian, dan delusi, pikiran yang tercerahkan menjadi tak berkondisi dan tidak dapat diseret kembali ke dalam jebakan eksistensi duniawi. Ini adalah pengingat mendalam bahwa pembebasan terletak pada penghancuran keinginan yang melanggengkan kelahiran kembali.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 180. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?