7. Tidak menghina, tidak menyakiti, dapat mengendalikan diri sesuai dengan peraturan, memiliki sikap madya dalam hal makan, berdiam di tempat yang sunyi serta giat mengembangkan batin nan luhur; inilah Ajaran Para Buddha. • 8-9.Bukan dalam hujan uang emas dapat ditemukan kepuasan nafsu indera. Nafsu indera hanya merupakan kesenangan sekejap yang membuahkan penderitaan. Bagi orang bijaksana yang dapat memahami, hal itu tidak membuatnya bergembira bila mendapat kesenangan surgawi sekalipun..Siswa Sang Buddha Yang Maha Sempuma bergembira dalam pepghancuran nafsu-nafsu keinginan.
Siapakah yang dapat melacak Sang Buddha yang tidak memiliki jejak, yang memiliki jangkauan tak terbatas, yang kemenangannya tidak dapat dibatalkan, dan yang tidak lagi dapat dikejar oleh noda-noda duniawi?

Catatan Mendalam

Ayat ini disampaikan Buddha saat menjawab Brahmana Māgandiya yang ingin menikahkan putrinya yang cantik dengan Buddha. Buddha, yang telah mencapai pencerahan sempurna, tidak tergoyahkan oleh pesona duniawi, mengingat kemenangan-Nya atas putri-putri Māra (simbol keinginan) di bawah pohon Bodhi. Buddha menjelaskan bahwa mereka yang telah menaklukkan nafsu dan keinginan ibarat orang yang telah menghapus jejak kakinya; kemenangan mereka bersifat permanen dan mereka tidak dapat diseret kembali ke dalam arus penderitaan. Dengan menggunakan zirah ketekunan dan pedang kebijaksanaan, Buddha menunjukkan bahwa pertempuran terbesar adalah melawan diri sendiri. Tidak seperti pahlawan duniawi yang sering jatuh ke dalam 'jebakan' kecantikan dan kenikmatan, Sang Terpencerahkan telah melampaui noda-noda tersebut, tidak meninggalkan jejak untuk diikuti oleh nafsu.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 179. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?