10. Janganlah karena demi kesejahteraan orang lain lalu seseorang melalaikan kesejahteraan sendiri. Setelah memahami tujuan akhir bagi diri sendiri, hendaklah ia teguh melaksanakan tugas'kewajibannya. 71 1 BAB XIII I
Sama seperti tanaman merambat yang mencekik pohon tempat ia tumbuh, demikian pula, seseorang yang sangat bejat melukai dirinya sendiri seperti yang diharapkan oleh musuhnya.

Catatan Mendalam

Sang Buddha membabarkan syair ini di Vihara Veluvana mengenai Devadatta. Para biksu sedang memperbincangkan sifat jahat Devadatta yang berkomplot dengan Raja Ajatasattu untuk membunuh Sang Buddha. Sang Buddha menjelaskan bahwa sifat buruk Devadatta bukanlah hal yang baru, melainkan akibat dari kecenderungan kebiasaan buruk (vasana) yang telah dipupuk sejak kehidupan-kehidupan lampau. Dalam ajaran Buddha, 'kesadaran gudang' (Alaya-vijnana) menyimpan benih-benih sifat baik maupun buruk. Benih mana yang tumbuh bergantung pada kebiasaan yang kita bentuk melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan. Sifat iri hati dan kebencian Devadatta telah mengakar sangat kuat. Jika tidak berhati-hati, kecenderungan negatif yang mendasar, seperti keserakahan, kemarahan, dan kebodohan batin, akan muncul saat kondisinya mendukung. Sang Buddha membandingkan bahaya dari melanggar sila dengan tanaman merambat yang melilit dan akhirnya membunuh pohon Sala. Demikian pula, seseorang yang melanggar batasan moral akan menghancurkan dirinya sendiri dari dalam. Oleh karena itu, kita harus tekun memupuk kebiasaan baik dan melatih diri secara spiritual untuk mengubah benih-benih kejahatan sebelum mereka merusak kehidupan kita.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 162. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?