4. Bagaikan labuyangdibuangpadamusimrontok, demikian pula halnya dengan tulang yang memutih ini. Kesenangan apakah yang didapat dari memandangnya?
Tukang air mengalirkan air, tukang panah meluruskan anak panah, tukang kayu membentuk kayu, dan orang baik mengendalikan dirinya sendiri.

Catatan Mendalam

Sang Buddha mengajarkan syair ini di Hutan Jeta tentang samanera (calon biksu) cilik berusia tujuh tahun, Sukha. Di bawah bimbingan gurunya, Y.A. Sariputta, Sukha belajar meditasi. Saat melihat petani mengalirkan air, tukang panah meluruskan anak panah, dan tukang kayu membentuk kayu, Sukha menyadari bahwa ia pun harus melatih dan membentuk pikirannya sendiri. Ia segera mencapai tingkat Arahat. Kisah ini menunjukkan pentingnya memiliki guru yang bijaksana dan telah tercerahkan. Di zaman modern, orang sering mencari guru yang terkenal atau berpangkat tinggi, tetapi biksu sejati tidak mencari status duniawi. Mengejar ketenaran dan kedudukan dalam kehidupan spiritual sering kali berujung pada kehancuran rohani. Menemukan guru yang tulus, rendah hati, dan berfokus pada pembinaan batin adalah berkah langka yang sangat membantu perjalanan menuju kebebasan.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 145. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?