12. Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi tidak bijaksana dan tak terkendali, sesungguhnya lebih baik adalah kehidupan sehari dari orang yang bijaksana dan tekun bersamadi.
Meskipun selama seratus tahun seseorang memelihara api pengorbanan di hutan, namun jika walau hanya sesaat ia menghormati mereka yang telah mencapai kesempurnaan batin, penghormatan tersebut sungguh jauh lebih baik daripada pengorbanan selama satu abad.

Catatan Mendalam

Syair ini diajarkan terkait keponakan Sariputta yang mengorbankan hewan kepada dewa api demi kelahiran di alam Brahma. Buddha mengajarkan bahwa penghormatan sesaat kepada siswa yang telah sadar melampaui seabad pemujaan api. Pengorbanan hewan berasal dari politeisme kuno dan tradisi Brahmana yang berdasarkan Veda. Meskipun praktik ini mengakar kuat, Buddha berhasil mengubah mereka melalui kebijaksanaan mendalam dan kebajikan moral yang luhur. Ini mengajarkan bahwa seorang pembimbing spiritual harus memiliki pengetahuan Dharma dan kebajikan, di mana kebajikan adalah yang utama. Buddha menolak pengorbanan api karena melibatkan pembunuhan—menyakiti makhluk hidup tidak mungkin mendatangkan jasa kebajikan dan merupakan tindakan kebodohan batin. Melalui kebajikan-Nya yang tak terbatas, Buddha menuntun orang-orang menjauhi takhayul yang merugikan menuju jalan pembebasan sejati.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 107. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?