2. Daripada seribu bait syair yang tak berguna, adalah lebih baik sebait syair yang berguna, yang dapat memberi kedamaian kepada pendengamya.
Seseorang yang tidak memiliki keyakinan buta, yang mengetahui Yang Tak Tercipta, yang telah memutuskan semua ikatan, menghancurkan semua sebab (untuk karma, baik dan buruk), dan membuang semua keinginan—ia, sungguh, adalah manusia yang paling mulia.

Catatan Mendalam

Sang Buddha mengucapkan syair ini untuk mengklarifikasi pemahaman mendalam Yang Mulia Sariputta. Ketika ditanya apakah ia percaya bahwa fakultas keyakinan mengarah pada Keabadian (Nirwana), Sariputta menjawab bahwa ia tidak hanya mengandalkan keyakinan buta pada Sang Buddha, tetapi pada realisasi langsungnya sendiri. Beberapa biksu salah memahami hal ini sebagai kesombongan atau pandangan salah. Sang Buddha membela Sariputta, menjelaskan bahwa agama Buddha yang sejati mendorong keyakinan yang dibimbing oleh kebijaksanaan, bukan penerimaan buta. Meskipun keyakinan awal diperlukan, seseorang pada akhirnya harus memverifikasi kebenaran melalui praktik dan meditasi pribadi. Seorang Arahat adalah seseorang yang telah mengalami secara langsung Yang Tak Terkondisi (Nirwana), memutuskan semua ikatan karma, dan membasmi semua keinginan, menjadikan mereka makhluk yang paling mulia.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 97. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?