3. “Anak-anak ini milikku, kekayaan ini milikku,” demikianlah pikiran orang bodoh. Apabila dirinya sendiri sebenamya bukan miliknya, bagdimana mungkin anak dan kekayaan itu menjadi miliknya?
Demikian pula, di tengah-tengah tumpukan sampah umat manusia yang buta, siswa Yang Maha Sempurna bersinar cemerlang dalam kebijaksanaan.

Catatan Mendalam

Bait ini melanjutkan analogi bunga teratai. Teratai yang murni mekar di tengah-tengah sampah, sama seperti siswa Sang Buddha yang tercerahkan bersinar dengan kebijaksanaan sempurna di tengah-tengah massa yang tidak tahu. Hal ini menekankan bahwa pencerahan tidak ditemukan dengan melarikan diri ke alam lain, melainkan dengan membangkitkan pikiran murni di dalam ketidakmurnian dan penderitaan dunia ini. Setiap makhluk memiliki sifat Kebuddhaan bawaan dan potensi untuk bangkit, dipandu oleh ajaran Sang Buddha yang praktis dan mencari kebenaran.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 59. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?