11. Bukan seorang ibu, ayah ataupun sanak keluarga lam yang dapat melakukan; melainkan pikiran sendiri yang diarahkan dengan baik yang akan dapat mengangkat deraj at seseorang.
Tidak lama lagi, sayang sekali! Tubuh ini akan terbaring di atas tanah, tidak dihiraukan dan tidak bernyawa, seperti kayu gelondongan yang tidak berguna.

Catatan Mendalam

Sang Buddha memperingatkan kita tentang ketidakkekalan tubuh. 'Tubuh ini sungguh fana.' Dibandingkan dengan aliran waktu yang tak berujung, kehidupan manusia lebih singkat daripada sekejap mata. Ada hari ini, hilang besok. Seperti yang dikatakan para guru masa lalu: 'Kelahiran, usia tua, penyakit, dan kematian tidak membuat janji. Hidup di pagi hari, pergi menjelang malam, tiba-tiba beralih ke kehidupan lain. Seperti embun pagi di sehelai rumput, ada sesaat, hilang di saat berikutnya.' Sungguh, kehidupan manusia ibarat bunga yang mekar dan cepat layu. Sang Buddha melanjutkan: 'Ia akan tidur panjang di bawah tanah, tidak sadar, dibuang seperti kayu kering yang tidak berguna.' Betapa menyedihkan! Semua orang pada akhirnya akan tidur panjang yang tak berujung itu terkubur dalam di tanah yang dingin. Mengetahui hal ini, selagi manusia masih memiliki napas, mengapa mereka masih berjuang untuk ketenaran dan kekayaan, berdebat tentang hal-hal sepele, saling menyakiti tanpa sedikit pun belas kasih? Mereka lupa bahwa pengejaran kekayaan dan status hanyalah mimpi kosong; kita bangun dan mendapati tangan kita kosong. Kemuliaan duniawi ibarat awan yang mengapung. Tidak peduli seberapa kaya atau mulia, kita hanya menikmatinya untuk satu masa kehidupan. Pada akhirnya, itu semua hanyalah gambaran ketidakkekalan. Hidup tanpa menyadari ketidakkekalan yang cepat dari kehidupan manusia adalah apa yang Sang Buddha sebut hidup 'tanpa sadar.' Jika demikian, apa bedanya kita dengan kayu kering yang tidak berguna yang dibuang? Kita harus memeriksa diri kita sendiri: apakah kita benar-benar sadar akan kebenaran tentang ketidakkekalan? Jika tidak, kita harus merenungkannya secara mendalam melalui pengalaman kita sendiri dan dengan mengamati orang lain. Hanya dengan begitu kita dapat berlatih dengan tekun untuk melepaskan diri dari penderitaan kelahiran dan kematian.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 41. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?