19. Seorang bhikkhu yang memiliki perbuatan, ucapan serta pikiran tenang dan terpusat, telah dapat menyingkirkan hal-hal duniawi, maka ia adalah orang yang benar-benar damai.
Ia yang tidak memiliki keterikatan apa pun terhadap pikiran dan tubuh, yang tidak berduka atas apa yang tidak dimilikinya – ia sungguh disebut seorang bhikkhu.

Catatan Mendalam

Ayat Dhammapada ini diajarkan Buddha di Vihara Jetavana, berkaitan dengan seorang Brahmin yang mempersembahkan buah pertama sebanyak lima kali. Kisahnya, seorang petani Brahmin dijuluki 'orang yang mempersembahkan hasil pertama lima kali': pertama, ia mempersembahkan bulir padi pertama yang dipotong; kedua, butiran pertama yang dirontokkan; ketiga, beras pertama yang dituangkan ke dalam tong; keempat, semangkuk nasi pertama yang dimasak; kelima, sendok nasi pertama saat disajikan. Buddha, melihat pasangan ini dapat mencapai tingkat non-kembali (anagami), pergi ke rumah mereka untuk menerima dana makanan. Istri berusaha menyembunyikan Buddha dari suaminya, takut ia akan memberikan makanannya. Akhirnya Buddha menampakkan diri, dan sang suami mempersembahkan separuh makanannya. Ketika ditanya apa yang membuat seorang bhikkhu, Buddha menjawab: 'Seorang bhikkhu adalah orang yang tidak terikat atau terbelenggu oleh apa pun yang termasuk nama (pikiran) atau bentuk (tubuh).' Kemudian beliau mengucapkan ayat ini. Manusia sangat menderita karena keterikatan pada tubuh dan pikiran sebagai 'aku' atau 'milikku.' Menyadari bahwa keduanya bukanlah diri, seseorang bebas dari ketakutan dan benar-benar menjadi seorang bhikkhu.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 367. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?