14. Apabila seonang bhikkhu telali pergi ke tempat sepi, telah menenangkan pikirannya dan telah dapatmelihat Dhamma dengan j e las, akan merasakan kegembiraan yang belum pernah dirasakan oleh orang-orang biasa.
Ia yang mengendalikan tangan, kaki, dan lidah; yang sepenuhnya terkendali, bersenang dalam pengembangan batin, tekun dalam meditasi, menyendiri dan merasa cukup – ia disebut bhikkhu.
Catatan Mendalam
Ayat Dhammapada ini diajarkan di Vihara Jetavana mengenai seorang bhikkhu yang membunuh seekor angsa. Buddha menegurnya, mengatakan bahwa bahkan sebelum Buddha muncul, orang bijaksana sudah berhati-hati terhadap kesalahan kecil. Beliau kemudian menceritakan kisah kehidupan lampaunya sebagai Raja Kuru, yang dengan ketat menjalankan lima sila, membawa kemakmuran kerajaannya. Seorang bhikkhu harus mengendalikan tangan, kaki, dan ucapannya, bersenang dalam meditasi, hidup menyendiri, dan merasa cukup.
Ayat ini menjelaskan bahwa seorang bhikkhu yang mengendalikan indra (tangan, kaki, lidah), menenangkan pikiran, dan tekun bermeditasi di tempat sunyi, akan mencapai kegembiraan batin yang mendalam. Kegembiraan ini berbeda dari kesenangan duniawi karena berasal dari pemahaman Dhamma yang jelas dan hidup yang merasa cukup. Kisah Raja Kuru menunjukkan pentingnya pengendalian diri dan sila untuk mencapai kedamaian dan kemakmuran batin.
Apakah ada bagian dari penjelasan ini yang ingin Anda renungkan lebih lanjut?
🌿
Asisten Zen AI
Aktif
Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 362. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?
⭐
Simpan Ayat Favorit
Untuk menyimpan dan meninjau ayat-ayat Dhammapada favorit Anda kapan saja, silakan masuk ke WebApp atau aplikasi TU.